Daniel M Rosyid: Kekerasan Seksual Pada Anak Adalah Puncak Gunung Es Kekeliruan Persekolahan

4
Prof. Daniel M Rosyid

Surabaya – Berbagai kejadian kekerasan seksual pada anak utamanya yang belakangan marak diberitakan terjadi di berbagai sekolah di Indonesia menimbulkan keprihatinan berbagai pihak.

Kekerasan yang terjadi bukan hanya antar anak tapi juga ada yang dilakukan oleh guru yang seharusnya memberikan pendidikan dan perlindungan pada seorang anak didik.

Prof. Daniel M Rosyid, pemerhati pendidikan yang juga adalah Penasehat Dewan Pendidikan Jawa Timur, memandang apa yang saat ini terjadi adalah puncak gunung es dari kekeliruan dalam dunia pendidikan khususnya persekolahan.

“Fokus berlebihan pada persekolahan tidak saja keliru tapi juga sesat,” ungkap Daniel dalam pesan yang diterima redaksi hari ini, Selasa (17/2).

Daniel menilai obsesi pemerintah yang berlebihan pada sekolah telah berakibat buruk pada dunia pendidikan. Sistem persekolahan yang ada saat ini telah menggerogoti peran keluarga dalam pendidikan. Peran keluarga menjadi semakin berkurang dan menjadi lemah dalam memberikan pendidikan pada seorang anak.

“Peran keluarga diremehkan secara sistemik. Pendidikan informal dalam keluarga tidak dihargai, bahkan dicurigai,” jelas Daniel.

Disisi lain terbukti sekolah bukan lah tempat yang aman bagi anak-anak dari kekerasan fisik maupun kekerasan simbolik.

Daniel juga menemukan setiap menjelang Ujian Nasional (UN), banyak anak yang masuk ke unit psikiatri Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Penyebabnya adalah adanya intimidasi guru kepada para siswa.

“Guru minta anak-anak yang pintar memberikan bocoran jawaban bagi teman-temannya. Kalau tidak mau, anak akan dikucilkan, dianggap tidak setia kawan dan sombong,” ungkap Daniel yang juga adalah Guru Besar Perkapalan ITS Surabaya.

“Harus hentikan monopoli pendidikan oleh persekolahan, dan mulai segera memperkuat (peran) keluarga,” tutup Daniel.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca