Berbeda Dengan Sikap Istana, Wapres JK Anggap Wajar Budi Gunawan Mangkir

0
Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Deputi Operasi Badan SAR Nasional, Mayjen TNI Tatang Zaenudi

Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi polemik atas ketidakhadiran Komjend Pol Budi Gunawan dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut JK ketidakhadiran Budi Gunawan, Calon Kapolri usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang telah ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi oleh KPK adalah sesuatu yang wajar.

“Itu wajar saja (mangkir), kan masih dalam proses (Praperadilan) pengadilan kan ? Belum ada kepastian,” jelas JK di kantor Wapres di Jakarta, Jumat (30/1).

Sikap JK ini berbeda dengan himbauan yang disampaikan Istana agar seluruh pihak mengikuti proses hukum yang sedang berlangsung. Termasuk himbauan kepada pihak kepolisian agar kooperatif memenuhi panggilan KPK baik sebagai saksi ataupun tersangka.

Saat ditanya tentang status Budi Gunawan yang pengajuannya sebagai Kapolri sudah disetujui oleh DPR RI apakah akan tetap dilantik pemerintah, Wapres menyatakan pemerintah akan mengikuti proses hukum dan mentaati apapun keputusannya nanti.

“Pemerintah tak ingin (melantik) Kapolri tapi statusnya masih tersangka, Itu pasti, pemerintah kan taat asas,” tegas JK

Sementara terkait kabar yang beredar bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan calon Kapolri pengganti yang nama-namanya telah diserahkan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Wapres JK membantahnya. “Belum ada (calon Kapolri baru), masih menunggu pra pengadilan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Komjen Pol Budi Gunawan, yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi mangkir memenuhi panggilan KPK yang dijadwalkan pada Jumat (30/1) pagi.

Budi Gunawan hanya mengutus seorang perwira menengah Polri dengan pangkat Kombes untuk menyampaikan alasan ketidakhadirannya memenuhi panggilan KPK. Diantara alasan yang digunakan adalah proses pra peradilan yang masih berlangsung.

MENARIK DIBACA

loading...

1 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca