Grand Indonesia Gelar Pameran Reptil Terbesar

2

[ads1]

reptilJakarta – Tidak semua orang menyukai hewan reptil seperti ular maupun kadal dan amfibi seperti kura-kura maupun katak. Bahkan saat melihatnya sebagian besar orang pasti akan menghindar bahkan menjerit ketakutan.

Akan tetapi, berbeda dengan yang dilakukan orang-orang yang tergabung dalam Ikatan Pecinta Reptil dan Amfibi Indonesia (IPRAI).

Jika kebanyakan orang memelihara hewan seperti burung, anjing maupun kucing, maka anggota IPRAI jelas-jelas memiliki hewan reptil maupun amfibi sebagai hewan peliharaan kesayangan.

[ads2]

Kurangnya edukasi terhadap masyarakat Indonesia mengenai pelestarian dan kepedulian lingkungan di sekitar mereka terutama terhadap keberadaan satwa asli Indonesia mengakibatkan menjamurnya penangkapan satwa liar yang dijadikan pet (peliharaan) atau bahkan diperjual belikan sehingga berakhir dengan penyusutan beberapa spesies di alam bebas.

Demi meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab masyarakat terhadap kelangsungan kelestarian satwa di alam bebas, dan pelestarian lingkungan maka Grand Indonesia Shopping Town (GIST) bekerja sama IPRAI menggelar Indonesia Reptiles Breeders Convention (IRBC) 2013 sebagai ajang pameran reptil dan amfibi terbesar di Indonesia.

Kegiatan yang digelar untuk kedua kalinya ini, sebelumnya pernah digelar pada 2011, dilaksanakan pada 14-17 November 2013 di Exhibition Hall lantai 5, West Mall, GIST Jakarta, dengan mengusung tema ‘Reptilicious’ sebagai media pameran, penyuluhan dan hiburan kepada masyarakat Indonesia.

Acara ini diikuti oleh peserta yang memang sangat mencintai dan peduli akan kelangsungan hidup hewan-hewan reptil dan amfibi ini maka tak heran jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 24 peserta mulai dari NERD, Marcus Jayne, Taman Safari Indonesia-Seaworld Indonesia, Taman Margasatwa Ragunan-Museum Komodo Taman Mini Indonesia Indah, Dream Morph, Godong Ijo Nursery, Laristz Shop, Savera Reptile, Toko Reptil, Zoomed, Melata, Reptile Pro, Snake Pit, Reptile Inc., Raging Reptile, ENZICK Reptile, Pet Republic, Turtle and Tortoise Planet, Turtke World Surabaya, hingga komunitas pecinta reptil seperti BCC, ASPERA, Reptile Cilegon, DeRic, danJRI.

“Ada yang berbeda tahun ini dari sisi peserta pameran yakni ada peserta pameran dari Amerika dan Kanada yang akan menampilkan reptil yang dimutasi sehingga mengeluarkan warna-warna yang berbeda, salah satunya berwarna putih polos mengkilat bahkan ada yang bagian badannya berwarna putih polos namun bagian kepalanya bersorak batik laiknya corak kebanyakan pada ular piton,” ujar Tonny Wahyu, Ketua IPRAI sekaligus ketua penyelenggara IRBC 2013 di Jakarta, Kamis (14/11).

Acara yang dilaksanakan sekitar pukul 11.00 ini memiliki berbagai macam kegiatan, selain para pengunjung bisa melihat aneka macam reptil dan amfibi, pengunjung juga bisa berinteraksi dengan sejumlah hewan reptil dan amfibi lainnya yang tentunya sudah jinak dan ditemani dengan pemilik hewan.

IPRAI juga mengundang 100 anak dari Indonesia Street Organisation (ISCO) untuk memberikan pengenalan dan penyuluhan tentang reptil. Ada juga workshop kesehatan hewan, breeding reptil di Indonesia, dan Reptile Lover Community Gathering.

Selain melakukan pameran, kegiatan ini juga sebagai urban konservasi bagi masyarakat pecinta reptile dan amfibi, pelestarian satwa asli Indonesia melalui penangkaran, membantu mencari dana bagi penangkaran penyu di Pulau Pramuka dan pelestarian satwa melalui hewan kesayangan.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca