RJ Lino : Pemerintahan Mendatang Harus Konsisten, Tolak Pembangunan Pelabuhan Cilamaya

1

RJ Lino

Jakarta – Direktur Utama PT Pelindo II (Persero), RJ Lino, menyatakan tidak tepat jika pembangunan Pelabuhan Cilamaya dipaksakan saat ini. Hal ini disampaikan Lino saat dimintai tanggapan polemik pembangunan Pelabuhan Cilamaya, terutama terkait adanya pihak yang menekan pemeritahan mendatang untuk merealisasikan pembangunan tersebut seperti yang di suarakan oleh pengusaha Sofjan Wanandi.

Lino berpendapat bahwa pembangunan Pelabuhan Cilamaya belum saat nya dilakukan saat ini, karena saat ini PT. Pelindo II juga sedang membangun Pelabuhan Kalibaru atau New Priok berkapasitas sangat besar.

“Itu (Cilamaya -Red) nggak bisa dioperasikan sekarang. Cilamaya bisa dioperasi setelah 2035,” kata Lino, Sabtu (23/8).

Lino juga mengingatkan berbagai pihak yang memaksakan pembangunan Pelabuhan Cilamaya, dengan adanya aspek legalitas yang sudah disepakati.

Dijelaskan Lino, pembangunan New Priok ditujukan untuk mengatasi over kapasitas dari pelabuhan Tanjung Priok. Pihak investor yang membangun New Priok memiliki site latter, dimana pelabuhan lain yang akan dibangun dan berada satu line dengan New Priok, baru boleh dibangun jika kapasitas New Priok sudah mencapai 70%. Menurut studi yang sudah dilakukan, New Priok yang berkapasitas 15 Juta TEUs baru akan tercapai 70% kapasitasnya pada tahun 2035.

“Saya dapat konsesi Pelabuhan New Priok dari pemerintah. Itu ada site letter dari Menhub. Isi site letter adalah pelabuhan lain yang satu line sama New Priok termasuk Cilamaya bisa beroperasi kalau New Priok sudah 70% utilisasi,” ujar Lino.

Lino juga menyesalkan pihak pihak yang memaksakan pembangunan Pelabuhan Cilamaya, karena akan memecah muatan kapal, sehingga bisa jadi kapal kapal yang sandar adalah kapal kapal kecil. Apalagi jarak antara New Priok dengan Pelabuhan Cilamaya berdekatan. Akibat kapal kecil yang sandar, ongkos angkut akan mahal dan ini dampaknya ke pengusaha juga.

“Orang-orang bangun pelabuhan berdekatan seperti itu kalau kita mau kapal besar masuk di Priok nggak bisa volume di bagi-bagi. Nanti nggak ada kapal besar yang singgah,” jelas Lino.

Persoalan lainnya adalah Pelabuhan Cilamaya bisa mengganggu investasi besar yang telah dan sedang dikeluarkan Pelindo II untuk pembangunan New Priok. Total investasi yang dibutuhkan mencapai US$ 2,47 miliar atau mencapai Rp 24,7 triliun.

Ia pun meminta pemerintah mendatang untuk lebih konsisten di dalam mengambil keputusan.

“Saya akan kesulitan membangun New Priok kalau Cilamaya dibangun, jadi harus konsisten maka pemerintah yang akan datang harus konsisten supaya semua jadi,” ungkap Lino.

MENARIK DIBACA

loading...

1 KOMENTAR

  1. Itu bentuk ketakutan dlm persaingan..ktnya profesional..dulu di media anda bicara New Priok dibangun tanpa mengeluarkan uang krn ditalangi Mitsui…koq skrg narik utang trilyinan utk bangun New Priok..Mitsui kemana..kabur yaa..makanya anda takut Cilamaya dibangun trs pssar pindah pdhal New Priok telanjur dibangun dg investssi trilyunan…kpn mau balik modal doonk…blm kl telanjur kedip mata..cliing..cliiing..bisa2 Pendo II kolaps nanda hrs tgjwb…

Tanggapan Pembaca