Ribuan Buruh Datangi Balaikota dan Kecam Risma

1

CAM02589

Surabaya – Ribuan buruh yang berasal dari berbagai kawasan di Surabaya menduduki Balaikota Surabaya, Selasa, (18/11) siang. Tujuan kedatangan para buruh ini untuk mendesak Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, segera merekomendasikan Upah Minimum Kota (UMK) Surabaya sebesar Rp 2.840.000 kepada Gubernur Jawa Timur.

“Risma sangat peduli dan perhatian terhadap tanaman, namun mana perhatian dan keberpihakannya pada kaum buruh. Buruh juga punya keluarga yang harus dihidupi,” ujar Heri, pimpinan Cabang Federasi Sarikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Surabaya dihadapan ribuan massa buruh.

Sebelum menduduki Balai Kota Surabaya, para demonstran berunjuk rasa didepan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya. Mereka meminta agar DPRD Surabaya menekan Risma untuk menetapkan UMK Surabaya sebesar Rp 2.840.000, sesuai kebutuhan minimum yang sudah mereka ajukan tapi ditolak oleh Asosiasi perwakilan pengusaha, APINDO.

Ribuan buruh ini mengecam Risma karena tidak jelas keberpihakannya pada nasib buruh di Surabaya.

“Kami mengecam perbuatan Risma yang bermain dua kaki dalam penetapan UMK, hal ini karena Risma menetapkan UMK dengan dua angka, yaitu angka usulan dari Apindo sebesar Rp 2.206.000, dan angka dari buruh sebesar Rp 2.840.000,” ujar humas Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) kepada reporter Fren247.

FSPMI bertekad akan terus mendesak pemerintah menetapkan upah sesuai aspirasi buruh dan mengancam akan terus melakukan unjuk rasa sampai aspirasi mereka di dengar oleh pemerintah kota.

“Apabila sampai besok (Rabu, 19/11), belum ada keberpihakan Risma terhadap nasib buruh, maka tanggal 20-21 November kaum buruh akan turun dalam jumlah yang lebih besar serta akan bermalam di depan Balaikota Surabaya,” ancam Heri sebelum mengakhiri unjuk rasa hari ini.

MENARIK DIBACA

loading...

1 KOMENTAR

  1. Dan akhirnya buruh surabaya pada tahun 2015 merasakan UMK sebesar 2.710.000.namun hasil itu tidak semudah membalikan telapak tangan.melalui goncangan,perjuangan,n pergerakan yang masif baru bisa tercapai angka itu.namun perjuangan kami tidak akan berhenti sampai disini saja.masih banyak yg harus diperjuangkan.

Tanggapan Pembaca