Program Kartu Sakti Akan Akomodir Pemutahiran Data Penerima Bantuan

0

Kepala-Pokja-UKM-TNP2K-Ari-Perdana

Jakarta – Kepala Kelompok Kerja UKM Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Ari Perdana menegaskan, program “kartu sakti” yang akan dikeluarkan pemerintah sebagai antisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak sepenuhnya menggunakan data pada tahun 2011.

“Sudah ada pemutakhiran terbatas dari 2013. Tapi juga salah satu desain dari program ini adalah memberikan ruang untuk pemutakhiran,” katanya di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (08/11).

Menurutnya, pemutakhiran data penerima program “kartu sakti” yang terdiri dari Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tersebut akan dilakukan melalui forum musyawarah desa dan kelurahan. Sehingga, akan lebih mudah mencocokkan data, jika ada perubahan data. Antara lain, jika mereka yang seharusnya menerima program bantuan tersebut sudah meninggal dunia.

Dia yakin, data penerima program bantuan sosial yang dimiliki pemerintah mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi. Sebagai contoh, saat pemberian Bantuan Langsung Sementara untuk Masyarakat (BLSM) pada 2013 lalu, 96 persen penerima bantuan mengajukan klaim. “Artinya, level pertama dari validitas, bahwa data itu tidak fiktif, itu sudah terpenuhi. Sisanya itu kan yang memang sudah meninggal atau sudah pindah,” bebernya.

Kendati demikian, dia mengakui, ada beberapa pengecualian jika terjadi kekeliruan data yang menyebabkan mereka yang berhak menerima justru tidak mendapatkan bantuan tersebut. Karena itu, pihaknya mempersiapkan berbagai mekanisme untuk meminimalisir hal tersebut. “Karena, pada akhirnya, ini sebuah bantuan social system yang jumlahnya terbatas, hanya diberikan kepada 15,5 juta rumah tangga,” tukasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca