Pertamina Naikkan Harga Elpiji Agar Tidak Lagi Merugi Dan Bisa Untung

0

Jakarta – PT. Pertamina menaikan harga Elpiji tabung 12 Kg setelah sebelumnya pemerintah menetapkan penurunan harga BBM Premium akibat penuruan harga minyak dunia. Kenaikan sebesar Rp1.500 per Kg harga Elpiji ini mulai berlaku sejak tanggal 2 januari 2015.

“Pertamina memutuskan untuk sesuaikan harga Elpiji non subsidi kemasan 12 Kg,” ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir.

Harga Elpiji tabung 12 kg naik sebesar Rp1.500/kg atau kenaikan sebesar Rp18.000 pertabung. Dengan kenaikan ini maka harga jual rata rata dari Pertamina naik dari Rp 7.569/kg menjadi Rp 9.069 per kg. Jika dihitung dari harga pertabung maka harga Elpiji dari Pertamina naik dari sebelumnya Rp90.828 menjadi Rp108.828 per tabung.

Itu baru harga di tingkat distribusi Pertamina ke agen. Sementara dari agen ke pembeli Elpiji akan ada tambahan komponen transportasi, pengisian di SPPBE, margin keuntungan Agen dan PPN. Dengan kenaikan ini maka harga di agen ke konsumen akan naik dari Rp 9.575 per Kg atau Rp 114.900 per tabung menjadi Rp 11.225 per Kg atau Rp 134.700 per tabung.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang mengatakan bahwa dengan kenaikan ini Pertamina akan untung dalam penjualan Elpiji yang selama ini selalu merugi.

Hingga November 2014 Pertamina merugi dalam bisnis Elpiji 12 Kg sebesar 340 juta dolar AS dan diperkirakan akhir Desember lalu, kerugian yang diderita Pertamina sebesar 390 juta dolar AS.

“Ya, (dengan kenaikan) paling-paling dapat 50 juta dollar AS (sepanjang 2015). Lumayanlah daripada rugi,” ungkap Bambang.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca