Permendag No 70/M-DAG/PER/12/2013 Menata Pusat Perbelanjaan Modren

1

Hari ini Kementerian Perdagangan mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Permendag No 70/M-DAG/PER/12/2013 Tentang  Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Permendag ini menyempurnakan Peraturan sebelumnya Permendag Nomor 53/M-DAG/PER/12/2008 tentang Pedoman Penataan Dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern.

[ads2][ads1]

Dalam Permendag ini juga diatur perdagangan Minumal beralkohol di minimarket dan melakukan pembatasan perederannya. BAB IX, pasal 33 ayat 2 menyebutkan “Toko modern dengan bentuk minimarket yang berlokasi di sekitar pemukiman penduduk, tempat ibadah, terminal, stasiun, rumah sakit, gelanggang remaja dan sekolah dilarang menjual minuman beralkohol.”

Langkah ini merupakan salah satu upaya Kemendag untuk mengontrol peredaran minuman beralkohol di masyarakat. Peraturan ini juga untuk memberikan kepastian berusaha agar tertib usaha. Menurut Gita, pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern tumbuh pesat dan terbukti menjadi penggerak perekonomian.

“Semangat yang dikedepankan dalam kepastian berusaha tersebut adalah semangat untuk mendorong produk Indonesia, produsen dalam negeri, dan UKM guna mendapatkan akses pasar ritel modern,” kata Gita.

Dalam Permendag yang baru ini juga terlihat pengaturan yang sangat detail dan berpihak pada UMKM dan produksi dalam negeri. Didalam pasal 22 ayat 1 disebutkan bahwa Pusat perbelanjaan dan Toko Modren wajib menyediakan barang dagangan produksi dalam negeri paling sedikit 80% dari jumlah dan jenis barang yang diperdagangkan. Juga dicantumkan Perlindungan bagi UMKM yang memasok ketoko modren agar tidak dikenakan biaya biaya diluar kewajaran serta adanya perlindungan untuk mencantumkan Nama UMKM yang memproduksi untuk produk private label dari toko modren.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca