Pemerintah Perlu Buat Blue Print Stabilkan Rupiah

0
Ekonom Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Barly Martawardaya

Jakarta – Pemerintah disarankan membuat sebuah cetak biru (blue print) sebagai upaya untuk memperkuat dan menstabilkan nilai mata uang Rupiah.

Langkah tersebut juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan otoritas keuangan Amerika Serikat menaikkan tingkat suku bunganya. Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Barly Martawardaya menyatakan, pemerintah harus mempunyai sebuah print yang memproyeksikan tahapan stabilisasi nilai tukar Rupiah.

“Jadi, kalau pun semua belum bisa dilakukan, minimal ada blue printnya,” katanya kepada wartawan di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (20/12).

Menurutnya, banyak kalangan memprediksi otoritas keuangan Amerika baru akan menaikkan tingkat suku bunganya pada akhir kuartal pertama 2015. Ini menyusul pernyataan otoritas keuangan Amerika Serikat (The Fed) yang tidak akan menaikkan suku bunganya dalam jangka waktu dekat.

Dia menganggap pemerintah masih mempunyai cukup waktu untuk mengantisipasi jika The Fed menaikkan tingkat suku bunganya menjelang pertengahan tahun.

Diprediksi, jika pun The Fed tetap pada rencananya, maka kebijakan tersebut baru akan dijalankan dibulan ketiga atau keempat tahun mendatang. “Sekitar bulan Maret atau April. Kan berarti kita punya waktu 3 bulan buat perbaiki fundamental dan kebijakan kita,” jelasnya

Oleh karena itu, Barly berharap, dalam satu atau dua minggu ke depan, pemegang otoritas keuangan perlu duduk bersama untuk menjabarkan blue print untuk menguatkan nilai rupiah terhadap dolar AS.

Dia menyarankan, Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan bisa segera bertemu dan membuat tahapan tersebut. “Ini satu bulan, ini dua bulan, ini tiga bulan, di mana enam bulan dan setahun. Sehingga, kita bisa tahu progress-progressnya,” tegasnya.

Seperti diketahui, dalam satu pekan terakhir nilai rupiah terhadap dolar AS sempat merosot, hingga menembus ke level 12.900 pada 16 Desember lalu. Namun kemudian, nilai rupiah berangsur membaik. Pada saat transaksi penutupan Jumat (19/12) Jumat lalu, nilai rupiah bertengger di angka 12.490 per dolar AS.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca