PDIP Siapkan Buku Putih Untuk Dukung Kebijakan Kenaikan BBM Pemerintahan Jokowi

0
Rieke Diah Pitaloka dalam sebuah konfrensi pers

PDIP-BBM

Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali akan mengeluarkan Buku Putih dalam menyikapi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi yang dilakukan Pemerintah. Buku Putih ini akan menjadi gambaran sikap resmi dari PDIP terkait kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menetapkan kenaikan Harga BBM Subsidi yang mulai berlaku sejak pukul 00.00 WIB tanggal 18 November 2014.

Buku Putih yang berisi sikap PDIP pernah juga dikeluarkan pada tahun 2012 yang diberi judul “Argumentasi  PDI Perjuangan Menolak Kenaikan Harga BBM”. Buku tersebut dikeluarkan PDIP karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memerintah masa itu, akan menaikan harga BBM Subsidi. Buku tersebut dibagikan kepada seluruh anggota fraksi PDIP dimasa itu, juga pada wartawan dan masyarakat.

Sikap PDIP dalam Buku Putih tersebut adalah menolak kebijakan SBY, karena menurut PDIP, masih banyak cara lain yang bisa dilakukan pemerintah untuk menutupi persoalan defisit anggaran negara dan beban akibat tingginya harga Minyak Mentah Dunia masa itu. Banyak alternatif yang ditawarkan PDIP didalam buku tersebut dimana jika alternatif itu dijalankan oleh Pemerintah SBY maka tidak perlu dilakukan kebijakan menaikan harga BBM Subsidi.

Namun Buku Putih yang kali ini akan dibuat dan dibagikan PDIP berbeda dengan Buku Putih yang dibuat era SBY. Buku Putih kali ini, sebagaimana penjelasan Sekretaris Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto, adalah berisi dukungan PDIP pada kebijakan Presiden Jokowi yang menaikan harga BBM Subsidi.

Bambang menilai, Presiden Jokowi cukup berani memutuskan kenaikan harga BBM di tengah besarnya subsidi yang memberatkan perekonomian nasional. “Saya tidak memuji pemerintah, tapi pemerintah cukup arif,” katanya usai melakukan rapat Fraksi PDIP di Ruang Fraksi PDIP, gedung DPR Jakarta, Selasa (18/11) siang.

Menurutnya, pada masa lalu PDIP menolak kenaikan harga BBM saat pemerintahan SBY karena tidak sepakat dengan argumentasi yang dikeluarkan pemerintah pada waktu itu. Karena itu, dia menolak jika disebut saat ini PDIP tidak pro kepada rakyat. “Jadi, jangan dikatakan kepada kami, bahwa kami anti rakyat Marhaen,” tegasnya.

Dalam Buku Putih yang akan diterbitkan nanti, Fraksi PDIP akan menjelaskan sikap dan berbagai argumentasi kenapa BBM Subsidi harus dinaikan, dan kenapa PDIP mendukung kebijakan Pemerintah tersebut. Apalagi, ungkap Bambang, pemerintah tidak sepenuhnya menghapus subsidi BBM. Sebab, jika benar-benar dihapus, harga BBM akan seharga Rp. 9200. “Pemerintah masih memberikan subsidinya, setidaknya dalam 1 liter 700 rupiah,” jelasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca