OJK Ajak Warga NU-Muhammadiyah Investasi di Pasar Modal Syariah

3
Sarjito, Deputi Komisioner Pasar Modal I Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Tabanan – Pengetahuan masyarakat Indonesia akan Pasar Modal masih sangat minim. Sehingga membuat perkembangan pasar modal di Indonesia pun sangat lambat meskipun ada peningkatan tipis, dan hal tersebut juga mempengaruhi perkembangan Pasar Modal Syariah (PMS).

Deputi Komisioner Pasar Modal I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito menyatakan, ada satu cara menumbuhkan PMS di Indonesia yaitu mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama untuk ikut menjadi investor di pasar modal syariah.

“Kalau warga NU dan Muhamamdiyah berinvestasi ke pasar modal syariah, semuanya akan beres,” ungkapnya saat memberikan seminar Macro Ekonomy Outlook, di Bali Nirwana Resort, Tabanan, Sabtu (14/02).

Warga Indonesia mayoritas muslim, apabila warga NU dan Muhammadiyah gabung dalam PMS maka tidak perlu susah payah untuk sososialisasi fungsi dan pentingnya PMS itu sendiri.

“Kalau masyarakat muslim itu gabung semua kita tidak perlu ada sosialisasi tentang keunggulan pasar modal syariah dan sebagainya,” terangnya.

Dia menambahkan keunggulan PMS dengan pasar modal konvensional.

Salah satu kenggulan pasar modal syariah yaitu meniadakan kegiatan spekulatif yang marak dalam pasar modal konvensional. Selain itu juga sesuai dengan hukum islam, karena tidak ada unsur riba dalam pasar modal syariah.

Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga memiliki potensi pemodal yang sangat besar. “Produk syariah ini juga lebih aman, dan lebih menarik,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca