Muhammad Najib : Penerapan UU Minerba Bagian dari Nasionalisme Ekonomi

1

M Najib PAN

Jakarta – Muhammad Najib, anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menyikapi pro – kontra pemberlakuan Undang Undang Minerba No.4/2009 menyatakan dukungannya agar Pemerintah bersikap tegas dalam melaksanakan amanat yang ada dalam Undang Undang tersebut, dimana per 12 January 2014 melarang adanya export mineral mentah dari Indonesia tanpa terkecuali.

Meski mendapat “perlawanan” dari sejumlah pihak, khususnya pengusaha, pemberlakuan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 atau dikenal juga sebagai UU Mineral dan Batubara (Minerba) bakal jalan terus.

[ads2][ads1]

¬†“Karena terjadi di tengah maraknya keraguan, apakah Pemerintah memiliki kemampuan dan keberanian untuk melarang ekspor hasil tambang mentah atau mineral mentah, mengingat banyaknya kepentingan ekonomi, baik asing maupun ‘pemain-pemain lain’ di dalam negeri,” kata Najib di Jakarta.

Masih kata Najib, selama ini mereka meraup keuntungan yang luar biasa besar, sementara negara hanya mendapat bagian sangat kecil. “Sempat ada upaya memobilisasi para pekerja untuk melawan kebijakan ini, tapi mereka semua harus tunduk. UU Minerba menyatakan, dalam lima tahun sejak disahkan, aturan pelarangan ekspor mineral mentah harus berlaku agar sumber daya alam Indonesia tak habis dijual dengan harga murah, karena tak diolah lebih dulu,” papar Najib.

Namun Najib mengingatkan, upaya untuk menggagalkan kebijakan ini tentu tidak secara otomatis berhenti. Untuk itu kewaspadaan perlu tetap dijaga.

“Selain adanya masa transisi, yang tentu akan menimbulkan banyak masalah yang harus dihadapi dengan tegar, agar negara tetap berdaulat atas kekayaan alam yang dimilikinya, untuk meningkatkan kemakmuran dan pemerataan bagi seluruh anak bangsa.” ¬†Najib mengingatkan.

Najib menyebut perjuangan untuk mempertahankan kebijakan larangan ekspor mineral tersebut sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan “nasionalisme ekonomi” yang perlu terus dikobarkan.

sumber : sayangi.com

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca