Menkeu Salah Memuji Jokowi Dengan Menyebut PAD DKI Naik 72 Triyun

0

Perbandingan APBD DKI 2013-2014

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Muhamad Chatib Basri dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama antara Dirjen Pajak Kementerian Keuangan dengan Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota DK, Senin (17/3), memuji Jokowi sebagai Gubernur DKI mampu menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI. Chatib Basri menyampaikan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2012 mencapai Rp 41 triliun, naik menjadi Rp 72 triliun pada masa kepemimpinan Joko Widodo.

[ads2][ads1]

“Naik Rp 31 triliun dalam setahun. Ruang dari potensi pajak bisa jauh lebih besar,” kata Chatib, dalam sambutannya. Menkeu demikian senang dan semangatnya memuji Jokowi dan Basuki sebagai Gubernur dan wakil Gubernur DKI, menyampaikan dengan yakin pemerintah DKI mampu meningkatkan hingga Rp100 Trilyun 2-3 tahun mendatang.

“Kalau Pak Jokowi dan Pak Basuki bisa mencapai Rp 100 triliun dalam dua-tiga tahun lagi, itu sesuatu yang sangat luar biasa,” kata dia lagi.

Setelah team Fren247 menelusuri, ternyata pernyataan Menkeu keliru dan bisa jadi salah kutip atau dari data yang salah baca. Berdasarkan penelusuran ternyata belum ada data resmi yang di keluarkan oleh Pemda DKI terkait dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI yang berhasil dicapai di tahun 2013.

Dari penelusuran team kami, ternyata yang dimaksud PAD oleh Chatib Basri, menkeu, adalah besarnya APBD DKI tahun anggaran 2014 yang disahkan DPRD DKI dalam rapat paripurna DPRD pada 22 januari 2014. Besarnya APBD DKI 2014 adalah sebesar Rp72 Trilyun.

APBD DKI 2014 ini mengalami kenaikan cukup tinggi dari APBD perubahan 2013 yang sebelumnya hanya p49.979 triliun atau mengalami kenaikan sebanyak 43,7 persen dari APBD Perubahan DKI tahun lalu.

APBD DKI 2014 yang telah disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) Tahun Anggaran 2014 terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp 64,7 triliun dan penerimaan pembiyaan sebesar Rp 7.2 Triyun. Penggunaan APBD DKI 2014 akan dialokasikan untuk belanja daerah sebesar Rp 64,8 triliun dan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 7,1 triliun.

Dari APBD DKI 2014 tersebut diketahui bahwa ada target Pendapatan Daerah 2014 sebesar Rp 64,7 triliun yang akan di gali dari sumber PAD sebesar Rp39,5 triliun, dana perimbangan (dari APBN) Rp 17,7 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp7,3 triliun (lihat grafis diatas). Dari data ini terlihat PAD diharapkan ada kenaikan hanya Rp12 Trilyun.

Sementara Pendapatan DKI yang ditarget pada APBD Perubahan 2013 adalah sebesar Rp41,5 Triyun yang akan didapat dari PAD sebesar Rp26.6Trilyun, dana perimbangan (APBN) Rp9,2 Trilyun dan sumber lain Rp5,6 Trilyun. Realisasi Pendapatan daerah tahun 2013 ini belum direalis oleh PEMDA DKI.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca