Menaikan BBM dan TDL Tidak Sesuai Dengan Citra Jokowi Yang Ndeso dan Blusukan

6

Jakarta – Uchok Sky Khadafi, Aktivis Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), mengaku kecewa dengan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). Uchok menilai kenaikan TDL ini jadi kado pahit kedua dari pemerintahan Jokowi setelah sebelumnya menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Hebat memang prestasi pemerintah Jokowi ini. Baru beberapa bulan sudah bisa menaikkan BBM dan sekarang akan menaikan TDL,” sindir Uchok, Senin (15/12).

Lebih lanjut Uchok menjelaskan, kebijakan Jokowi menaikan BBM dan TDL diluar perkiraan para pemilihnya khususnya masyarakat kecil. Banyak pihak berharap, dengan kebiasaan Jokowi blusukan selama ini apalagi ditopang dengan penampilannya yang ndeso (merakyat), Jokowi akan lebih peka dengan kesulitan dan penderitaan rakyat kecil. Tapi setelah jadi Presiden kenyataannya banyak kebijakann Jokowi yang tidak sesuai harapan rakyat.

Uchok pun menyindir Jokowi agar rajin-rajin mandi sebelum blusukan.

“Kalau blusukan belum mandi, pasti bau. Bau di sini sama artinya anti rakyat. Akhirnya ya seperti itu, pemerintah suka menaikkan harga-harga buat rakyat menderita seperti harga BBM dan menaikkan TDL,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, setelah menaikan harga BBM Subsidi beberapa waktu lalu, pemerintah Jokowi kembali akan memangkas subsidi untuk rakyat dengan menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang akan mulai berlaku januari 2015. Besarnya kenaikan TDL menyentuk angka 15% lebih, yang dikhawatirkan banyak kalangan akan makin membuat berat beban yang harus dipikul rakyat.

MENARIK DIBACA

loading...

40 KOMENTAR

  1. Apa hubungannya ndeso dengan bbm naik?memperbaiki negara bukan semudah membalikkan telapak tangan , butuh proses , revolusi mental ….dari mental instant seperti indomie ke mental sabar dan menunggu akibat positif terhadap kenaikan bahan bakar, pendek kata pemerintah tidak akan menyengsarakan rakyat nya

  2. Hadeeeeeeeehhhh…..
    Penampilan ndesooo,..apa kebijakanya yg anti wong ndesooo??

    Ternyata kami yg di desooo cm jd komoditas politik pencitran’nya semata,…
    Mana proo rakyat kecil’y??????????
    Bapaaaaak baaaaappaaak!!…ko ya ngonoooooo……teganya…

  3. Mereka beralasan untuk infrastruktur.Dll ,, macem pembuatan kartu Sakti ala jokowi itu buat kartunya aja udah makan biaya triliyunan,, coba jokowi bwt 1 kartu pintar multifungsi. Gk usah 2-3 agk menghemat anggaran negara.. trus tuh kartu yg miskin ada yg gk dapet,, malah macem bos tahu malah dapet.. gw liat sendiri di berita cok.. utk pembangunan infrastruktur macem pembangunan jalan dan pembangunan sekolah kantor dll gw sih bknya gk mau suudzon apa yakin tuh duit kepake semua bwt pembngunan infrastruktur.. pasti ada antek2 yg korupsiin.. yah gitu yang miskin tambbah miskin yang kaya Alhamdulillah tambah kaya..!! Pikir cok..!!

  4. msh ributin aja BBM naik. d timor leste negara merdeka br kmaren BBM 15 rb aja dr dulu biasa2 aja…… makanya bodoh2 rakyat indonesia. duitnya buat beli bensin bkn buat bikin sekolah. kualitasnya jd nmr 108 d bnding negara lain…..kalahhh jauh sm malaysia

TINGGALKAN TANGGAPAN

Sila masukan komentar anda
Silahkan masukan nama disini