Kalau Ekspor Tinggi, Rupiah Tidak Rentan Gejolak

0

Jakarta – Mantan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa menilai, gejolak keuangan tidak akan mudah menerpa Indonesia jika nilai ekspor bisa ditingkatkan.

Dia menyatakan, saat ini pemerintah masih belum mempunyai mesin ekspor yang kuat untuk memproduksi devisa dalam jumlah yang besar. Padahal, nilai ekspor yang dibukukan dalam bentuk neraca perdagangan akan menambah tabungan devisa nasional.

“Kalau itu bisa positif terus, maka kita akan menabung devisa. Kalau kita menabung devisa, apa pun terjadi gejolak di luar negeri, kita akan kuat,” katanya di Jakarta, Sabtu (20/12).

Menurutnya, pemerintah masih belum bisa menghasilkan devisa dalam jumlah yang cukup. Dia sendiri, menganggap tingginya nilai import produk luar negeri menjadi salah satu penyebabnya. “Kenapa, karena ada faktor fundamental di dalam sana yang harus diperbaiki. Yaitu, bagaimana caranya kita menekan import,” tegasnya.

Padahal, lanjutnya, Indonesia bisa memanfaatkan kelebihan pasar di tingkat domestik, sehingga bisa menjadi salah satu negara dengan kekuatan eksport. “Kenapa kita tidak bisa memanfaatkan pasar domestik kita. Itu yang kemudian membuat tekanan balik dari hasil fasilitas kita di dalam negeri menjadi eksportir,” pungkasnya.

Sebagai informasi, selama sepekan terakhir nilai tukar Rupiah terhadap Dolar mengalami pelemahan. Bahkan, pada 16 Desember lalu, nilai Rupiah menembus ke level 12.900 pada 16 Desember lalu. Memasuki akhir pekan, nilai rupiah berangsur membaik. Pada saat transaksi penutupan Jumat (19/12) Jumat lalu, nilai rupiah bertengger di angka 12.490 per dolar AS. Ketergantungan terhadap impor sering disebut-sebut menjadi salah satu unsur rentannya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca