Jusuf Kalla : Tidak Ada Yang Tolak BBM Naik Termasuk Rakyat Kecil

1

jusuf-kalla

Jakarta – Jusuf Kalla, Wakil Presiden terpilih 2014-2019, meminta pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera menaikkan harga BBM subsidi sebelum pelantikan Presiden baru pada 20 Oktober nanti.

Kalla mengingatkan Presiden SBY jika tidak menaikkan harga BBM subsidi sekarang maka Nopember Jokowi-JK akan menaikkan harga BBM subsidi.

[ads1][ads2]

“Pemerintahan baru kan dilantik 20 Oktober 2014. Berarti kalau November tidak ada lagi bensin dijual. Kami yang salah. Harus dari sekarang naikan. Jadi, tergantung pemerintahan sekarang ini. Kalau mereka naikkan, tidak perlu kami naikan nanti November,” kata Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla (JK) di rumahnya Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2014), setelah rapat dengan Tim Transisi Jokowi.

Kalla juga menyampaikan bahwa kebijakan menaikkan BBM subsidi saat ini tidak akan ditolak oleh masyarakat, sehingga pemerintah tidak perlu khawatir penolakan masyarakat termasuk rakyat kecil.

“Dulu menaikkan harga BBM memang tidak populis, sekarang tidak. Tidak ada orang tolak naikkan BBM, tidak pernah ada yang tolak termaksud rakyat kecil. Lebih suka mana, ada BBM atau tidak ada tapi harga murah. Nanti terjadi itu, akibatnya negara bangkrut,” tegas Kalla.

Ditempat yang sama Kalla menyampaikan harapannya agar dipemerintahan mendatang kenaikan harga BBM bersubsidi tidak perlu lagi meminta persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Harga BBM subsidi sudah merupakan kewenangan pemerintah dan harus disesuaikan dengan kondisi harga dipasar.

“Contoh, hari ini diperkirakan subsidi BBM diperkirakan akan habis November. Kalau tidak dinaikan, berati tak ada dana lagi. Makanya kita harus sesuaikan diri dengan keadaan. Itu harus naikan, kalau tidak, dimana ambil uang untuk dua bulan ke depan? Utang lagi? Nanti lebih salah lagi pemerintah. Utang negara bisa melebihi 3 persen GDP, itu sudah melanggar Undang-undang,” ujar Kalla.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca