Jusuf Kalla : Pemerintahan SBY hanya jalankan Kebijakan Populis yang menyenangkan Rakyat !

1
Jusuf Kalla ke Amerika Serikat setelah KPU mengumumkan pemenang PILPRES 2014

Jusuf Kalla ke Amerika Serikat setelah KPU mengumumkan pemenang PILPRES 2014

Jakarta – Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak keseluruhan gugatan Prabowo – Hatta pada kamis (22/8), Jusuf Kalla (JK) sebagai wakil presiden terpilih berdasarkan hasil Rekapitulsai KPU langsung tancap gas.

Tidak tanggung tanggung, JK langsung menyerang pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai tidak mampu mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama lambat dalam menyelesaikan persoalan membengkaknya subsidi BBM.

[ads1][ads2]

JK melihat SBY selalu mengambil kebijakan Populis dengan tidak menaikan harga BBM subsidi dengan maksud menyenangkan rakyat. SBY dinilai tidak berani mengambil kebijakan yang bertentangan dengan aspirasi Rakyat.

“Pengguna BBM ini juga rata-rata orang mampu, berkendara di jalan. Kalau minyak tanah ini kan masyarakat kecil. Saya kemarin waktu jadi wapres, 3 kali naikan BBM, tidak ada gejolak besar,” ujar JK dalam acara Sekolah Legislatif Nasdem di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Jumat (22/8).

JK menyatakan, hanya dengan cara menaikan BBM pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik. Bila dalam kurun waktu 10 tahun, Indonesia bisa menjaga stabilitas tersebut, maka tingkat pendapatan per kapita penduduk pun naik.

“Kita bisa sama dengan negara Malaysia sekarang ini. Jika saat ini hanya sekitar 3000 dolar, 10 tahun mendatang bisa sampai 7000 dolar,” lanjutnya.

Dalam pemerintahannya bersama Presiden Jokowi nanti, JK memastikan akan mengurangi bahkan menghapus subsidi BBM, walau akan mendapatkan penentangan dari politisi di DPR RI dan rakyat.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca