Hasto Kristiyanto : Potensi Pajak Rp1.000 Trilyun Hilang Tiap Tahun

2
Tim Transisi Jokowi

Tim Transisi Jokowi

Jakarta – Hasto Kristiyanto, Deputi Tim Transisi Joko Widodo Jusuf Kalla, mencatat potensi pajak yang hilang mencapai Rp1.000 Trilyun setiap tahun. Kehilangan potensi ini akibat tidak maksimalnya pemungutan pajak terhadap wajib pajak.

“Potensi pajak perorangan kita ada 60 juta orang terdaftar, dari angka itu cuma 25 juta orang punya NPWP. Dari 25 juta tersebut hanya 8,5 juta yang aktif. Itu cuma PNS saja. Swastanya, sektor pertambangan dan lain lain?” ujar Hasto dalam sebuah sarasehan di Gedung BPPT, Jumat (12/9).

Hasto menilai sumber persoalan minimnya penerimaan pajak ini berasal dari badan perpajakan sendiri. Seringnya terjadi pergantian sistem perpajakan menjadi titik lemah. Setiap terjadi pergantian Dirjen Pajak, sistem juga ikut berganti dan menimbulkan ketidak efisienan.

“Ketika ganti Dirjen, maka sistem juga diganti, dan ini dinilai tidak efisien. Selain itu, pegawai perpajakan juga tidak maksimal mengejar para wajib pajak. Ini yang jadi masalah,” kata dia.

Hasto juga menjelaskan, dalam perpajakan banyak aturan kontradiktif yang membuat perpajakan tidak maksimal. Sebagai contoh aturan perpajakan apartemen mewah yang hanya dikenakan dengan luasan 100 meter persegi. Padahal menurut Hasto semua apartemen tergolong mewah.

“Itu alasan di kementerian keuangan tidak adil. Memperbaiki ini kita Jokowi sudah menemukan gagasan. Kami menemukan kebijakan perpajakan yang efektif salah satunya sistem online dan keberanian pemimpin.” jelas Hasto.

Dia menegaskan, pemerintahan mendatang bakal mengintegrasikan layanan perpajakan.

“Penelitian kita integrasi 3 layanan pajak saja sudah meningkatkan pendapatan Rp 300 triliun. Itu pajak di Medan, Surabaya dan Jakarta,” ungkapnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca