Faisal Basri : Lima Bulan Transisi dari Premium ke Pertamax

2
Faisal Basri, Ketua Komite Reformasi Tata Kelola Migas

Jakarta – Kepala Komite Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri mengungkapkan bahwa dibutuhkan waktu dua sampai dengan lima bulan untuk transisi menggantikan Bahan Bakar Minyak (BBM) RON88 (Premium) ke RON92 (Pertamax).

“Kami sudah konsultasikan hal tersebut. Pertamina menyanggupi bisa dalam dua bulan. Tapi karena terlalu mepet, paling lama lima bulan,” jelas Faisal dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (21/12).

Sebagaimana diketahui, Komite Reformasi Tata Kelola Migas telah mengeluarkan rekomendasi penghentian import BBM RON88 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Premium, yang selama in idisubsidi oleh pemerintah. Selain Premium, Komite juga merekomendasikan penghentian import Gasoil dengan kadar sulfur 0,25% atau yang selama ini dikenal dimasyarakat dengan sebutan Solar.

Impor Premium secara bertahap akan digantikan dengan impor Pertamax dan impor Solar akan digantikan dengan Gasoil dengan kadar Sulfur 0,25%.

Komite mendorong pemerintah menghapus impor dan pemasaran Premium dan menggantikannya dengan Pertamax. Sementara Pertaminan diharapkan mengalihkan produksi Kilang Domestik dari RON88 ke RON92.

Meski mengusulkan penghapusan impor BBM RON88 (Premium) dan menggantikannya dengan RON92 (Pertamax), Komite tetap meminta kepada Pemerintah agar memberikan subsidi dengan pola tetap atau Fixed kepada masyarakat.

Anggota Komite Reformasi Tata Kelola Migas Darmawan Prasodjo mengatakan selama masa transisi tersebut, pihaknya meyakini harga yang ditetapkan pemerintah tidak akan jauh berbeda dengan harga yang ada saat ini.

“Kami meyakini, pemerintah dan Pertamina akan tentukan harga yang tidak jauh dari harga saat ini, tentu dengan subsidi,” katanya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca