Dwi Soetjipto : Penghapusan Subsidi Premium Membuat Pertamina Efisien Karna Tidak Lagi Talangi Dana Subsidi

0
Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT. Pertamina

Jakarta – Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto menyambut baik kebijakan pemerintah yang tidak lagi memberikan subsidi bagi Bahan Bakar Minyak (BBM) beroktan 88 atau Premium.
 
Kebijakan pemerintah yang diumumkan tadi pagi, Rabu (31/12) oleh Menteri ESDM, Sudirman Said, menurut Dwi sangat membantu bagi keuangan Pertamina.‎

Dengan dihapusnya Subsidi Premium maka Pertamina tidak perlu lagi menyediakan dana talangan untuk Subsidi Premium. Dana talangan tersebut selama ini membebani keuangan Pertamina karena pembayarannya menunggu penganggaran dari Pemerintah melalui APBN.
 
Dengan tidak lagi menalangi dana subsidi BBM, Pertamina akan mengalihkan uang tersebut untuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan bisnis hulu migas.
 
“Investasi kita di storage dan kilang, dan persiapan untuk percepatan pengembangan di hulu,” ungkap Dwi di Kantor Menko Kesra Jakarta, Rabu (31/12).
 
Dwi yang juga mantan Direktur Utama Semen Indonesia, ‎sangat yakin bahwa dengan penghapusan subsidi tersebut, Pertamina akan semakin efisien dan bisa menggunakan keuangan yang dimiliki untuk pengembangan bisnis Pertamina kedepan.
 
Sebagaimana diketahui, per 1 januari 2015 besok, Pemerintah tidak lagi memberikan subsidi bagi BBM RON88 atau yang dikenal dengan nama Premium. BBM jenis premium ini harganya akan menyesuaikan dengan‎ harga pasar yang berlaku. Pemerintah akan melakukan penyesuaian harganya setiap bulan sesuai harga ICP (Indonesian Crude Price) dan nilai tukar US Dolar.
 
Per 1 Januari harga BBM Premium menjadi Rp7.600, turun sebsar Rp900 dari harga sebelumnya Rp8.500. Harga Rp7.600 ini adalah harga yang sudah tidak ada subsidi didalamnya. Harga ini adalah harga rata-rata bulanan ICP ditambah PPN dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) serta keuntungan bagi pengusaha SPBU.
 

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca