Dr. Erwandi Tarmizi : Transaksi dengan mencicil, Boleh !

7

AdNF-HHMK Rev

 

Dalam kegiatan Seminar Harta Haram Muamalat Kontemporer yang berlangsung hari ini di Asrama Haji Surabaya muncul berbagai pertanyaan terkait berbagai aktifitas transaksi keuangan dan perdagangan yang umum dilakukan oleh masyarakat saat ini. Diantaranya transaksi pembelian barang dengan cara kredit atau mencicil apakah di benarkan secara syariah dan tidak jadi suatu transaksi yang haram.

Menanggapi pertanyaan seputar Kredit atau bayar mencicil tersebut Dr. Erwandi Tarmizi memberikan paparan yang sangat jelas disertai contoh.

Jika pembeli berminat membeli maka dia harus ber-akad dengan salah satu penawaran, apakah tunai atau mencicil, dan menyatakan didepan bahwa memilih akad yang mana. Tidak dapat hanya dengan mengatakan “saya beli kendaraan tersebut”, harus dinyatakan membeli dengan cara yang mana. Transaksi ini adalah sah dan halal, ini adalah perdagangan dimana membayar suatu barang dengan mencicil dan disepakati kedua belah pihak. Satu catatan tidak boleh ada denda atau biaya lain dari harga yang disepakati.Dicontohkan bahwa ada seorang penjual yang menjual sepeda motor kepada seorang pembeli yang berminat. Kendaraan tersebut dijual dengan harga Rp10 juta tunai atau dengan mencicil sebesaar 1 juta perbulan selama 12 bulan.

Akan berbeda bila pembeli ber-akad dengan penjual secara tunai sebesar Rp10 juta, kemudian pembeli meminjam ke seseorang uang sejumlah Rp10 juta dan berjanji membayarnya Rp1 juta perbulan selama 12 bulan, maka jual beli yang terjadi antara penjual dan pembeli adalah halal dan sah, tapi transaksi peminjaman uang tersebut adalah haram, mengandung riba. Bagi si penjual halal, bagi pembeli menjadi haram.

Jadi bisa dianalogikan Kredit melalui leasing (bukan penjual), melalui perbankan, dan mencicil ke mereka adalah transaksi yang haram karena kita meminjam sejumlah uang tapi mengembalikan dengan jumlah yang lebih (riba). Tapi bagi penjual kendaraan itu tetap menjadi transaksi yang halal karena dia tetap menerima tunai sesuai nilai tunainya,  akad nya akad tunai.

Ferry Koto

Penggiat Perkoperasian dan Pendidikan, Dewan Pendidikan Surabaya, Direktur Center for National Strategic Studies (CNSS), Penggagas Gerakan Muslim Kuasai Media (GMKM)

Latest posts by Ferry Koto (see all)

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca