Bambang Haryo : Rencana Solar Kembali Naik, Bukti Jokowi Tidak Pro Transportasi Publik

10
Bambang Haryo ( 5 dari Kanan) berkunjung ke konstituen di Jedong Pacar Keling, Surabaya, dalam masa Reses DPR RI

Jakarta – PT Pertamina (Persero) berencana kembali menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mulai berlaku hari ini, Jumat (15/1). Keputusan Pertamina menaikan harga BBM dalam kondisi ekonomi yang makin sulit ini, sangat disayangkan oleh berbagai pihak

Bambang Haryo, anggota Komisi VI dari Fraksi Gerindra DPR RI mengatakan bahwa kebijakan ini akan sangat berdampak kepada masyarakat luas. Apalagi BBM yang mengalami kenaikan adalah yang biasanya digunakan untuk transportasi publik.

“Dampak ini akan sangat berpengaruh pada transportasi publik, dimana kenaikan harga Biosolar yang sangat dratis ini berdampak luas terhadap warga pengguna transportasi umum,” kata Bambang dalam rilis yang diterima redaksi Fren247 hari ini, Jumat (15/1).

Ditambahkan oleh Bambang kenaikan Biosolar yang mencapai Rp9.200/liter menyebabkan tarif angkutan umum akan semakin mahal, sehingga masyarakat akan kembali beralih menggunakan kendaraan pribadi. “Ini bukti bahwa pemerintahan Jokowi tidak pro terhadap kelangsungan transportasi publik,” tegasnya.

“Akan menjadi sejarah, bahwa pemerintahan Jokowi adalah satu-satunya yang menaikan harga Biosolar lebih mahal dibandingkan harga Premiun, kita mengetahui bahwa sejak dulu harga Biosolar lebih murah daripada Premium dikarenakan seluruh transportasi publik menggunakan Biosolar,” ujar Bambang.

Menurut Bambang sudah banyak kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang sembrono, tidak memikirkan dampak luasnya terhadap rakyat. “Ini bukti bahwa Presiden Jokowi gagal menjalankan amanah rakyat yang diberikan, Jokowi dipilih untuk mensejahterakan rakyat, bukan malah menyengsarakan rakyat seperti sekarang ini,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca