Bambang Haryo : Angkasa Pura Talangin Lion Air, Pasti Ada Intervensi Wantimpres

2
Bambang Haryo S, Anggota DPR RI periode 2014 - 2019 dari Fraksi Partai Gerindra

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo mempertanyakan pemberian dana talangan yang dilakukan PT. Angkasa Pura II kepada maskapai Lion Air. Dana talangan tersebut digunakan untuk membayar kompensasi penumpang yang merasa dirugikan lantaran beberapa jadwal penerbangan Lion Air mengalami banyak penundaan atau delay pada Februari lalu..

Bambang mempertanyakan hal tersebut saat Rapat bersama dengan Dirut Angkasapura kemarin (14/4) di Gedung DPRD Jakarta.

Bambang Harjo yang juga anggota Fraksi Gerindra DPR RI, mengatakan bahwa langkah yang dilakukan PT Angkasa Pura II berpotensi melanggar peraturan Kementerian Perhubungan.

“Bukan kewajiban PT. Angkasa Pura II untuk melakukan itu. Semua pengelolaan uang negara yang dikelola para direksi BUMN harus mengikuti aturan hukum.” tegas Bambang kepada Dirut Angkasa Pura II, Budi Karya Sumadi.

Bambang memperingatkan, mudahnya Angkasapura memberikan talangan dana terhadap Lion Air dapat melanggar peraturan menteri perhubungan nomor 77 tahun 2011 tentang asuransi Delay pesawat terbang.

“Saya merasa penjelasan yang diberikan oleh dirut Angkasa Pura II belum bisa diterima oleh seluruh anggota komisi VI, karena penjelasan yang sangat ngawur dan berputar-putar,” ujar Bambang menyikapi penjelasan Budi Karya.

Bambang menduga kebijakan yang diambil kemungkinan ada intervensi dari pihak lain. “Karena kita sudah mengetahui bahwa pemilik Lion Air adalah Wantimpres yaitu Rusdi Kirana yang ada arahan untuk melakukan kebijakan yang tidak mempunyai dasar hukum yang jelas,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca