Dinas Pendidikan Bukittinggi Abaikan Laporan Kasus Bully Anak SD

15

 

Jakarta – Heboh kasus video anak SD yang dibully teman sekolahnya menjadi pembicaraan sampai tingkat nasional. Banyak pihak prihatin atas kasus yang terjadi di sebuah Sekolah Dasar (SD) di kota Bukittinggi tersebut, SD Trisula Perwari.

Ternyata kasus ini sudah terjadi cukup lama dan setelah video tersebut beredar di social media, baru mendapat tanggapan serius dari pemerintah khususnya dinas terkait di kota Bukittinggi.

“Peristiwa ini terjadi pada tanggal 30 September dan sudah dilaporkan tanggal 8 Oktober ke Dinas Pendidikan setempat oleh beberapa awak media di Bukittinggi yang mengetahui kasus tersebut, tapi tidak mendapat respon yang memadai dari dinas,” jelas salah satu awak media dari sebuah harian di Bukittinggi yang dihubungi fren247.

Kejadian yang terekam di video tersebut berlangsung di salah satu ruang kelas pada tanggal 30 September. Video direkam oleh salah seorang anak menggunakan Handphone yang dia bawa. Video tersebut kemudian beredar di tengah masyarakat di sekitar sekolah yang terletak di jalan Tengah Sawah kota Bukittinggi.

Wartawan yang mendapatkan informasi kejadian berusaha mengkonfirmasi ke pihak Dinas Pendidikan Bukittinggi sambil membawa bukti rekaman video tersebut.

Dari keterangan salah satu wartawan yang kami hubungi dijelaskan bahwa mereka ditemui oleh Sekretaris Dinas Pendidikan kota Bukittinggi, Sosiawan Putra Mpd, pada Rabu (8/10), berhubung kepala Dinas sedang tidak ditempat.

“Respon Sekretaris dinas waktu itu hanya mengatakan tidak merasa kaget seperti kejadian biasa biasa saja, cuma berjanji akan panggil kepsek (kepala sekolah -Red) dan sampai sekarang belum ada kelanjutannya,” jelas awak media yang dihubungi Fren247.

Setelah video tersebut diunggah ke facebook, Sabtu (11/10), oleh pemilik akun dengan nama Febby Dt Bangso dan mendapat respon dari dunia maya, barulah banyak pihak termasuk pemerintah kota Bukittinggi dibuat heboh dan akan segera mengambil tindakan.

Febby, yang juga adalah Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat, mengatakan kejadian tersebut harus menjadi peringatan bagi dunia pendidikan, khususnya di Sumatera Barat yang sangat ketat menjaga adat istiadat-nya terutama perilaku.

Febby menjelaskan, sengaja mengunggah video tersebut agar masyarakat sadar akan peristiwa yang terjadi dan pemerintah menaruh perhatian serius atas kejadian tersebut.

“Pemerintah kota Bukittinggi harus segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar peristiwa tersebut tidak terulang dimasa mendatang.” harap Febby.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca