Kesatuan Aksi Mahasiswa Menolak Kenaikan BBM Gagal Temui Pimpinan DPRD Jatim

1

IMG-20141120-WA0035

Surabaya – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi ekstra kampus yang terdiri dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) didepan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Kamis, (20/11) siang.

Selain melakukan orasi di depan gerbang DPRD Jawa Timur, peserta aksi juga membakar boneka Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Keputusan menaikan BBM merupakan bentuk dari ketidak berpihakan pemerintah terhadap rakyat Indonesia, serta sarat kepentingan banyak perusahaan asing yang ingin menguasai bisnis di sektor hilir, maka dampaknya akan mengebiri pendapatan rakyat dan perusahaan milik negara,” ungkap Anis Maryuni, Sekjend KAMMI, dihadapan para pengunjuk rasa

Dalam aksi ini mahasiswa gagal menemui pimpinan DPRD Jawa Timur untuk menyampaikan aspirasi mereka.

“Kami merasa kecewa, karena tidak dapat menemui pimpinan DPRD Jawa Timur, padahal kami sudah diperbolehkan masuk kedalam gedung DPRD Jawa Timur,” ungkap Faqih salah satu koordinator aksi.

Dalam Aksi yang awalnya berjalan lancar ini sempat terjadi ketegangan saat mahasiswa berhasil merobohkan pagar DPRD Jawa Timur,. Pihak kepolisian langsung memperketat pengamanan dan membuat pembatas serta pagar betis berlapis.

Sehari sebelumnya aksi mahasiwa yang dimotori oleh HMI Surabaya sempat terjadi kericuhan akibat sikap represif aparat kepolisian yang melakukan pengamanan.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca