Ingatkan Satpol PP Yang Bertindak Kasar, Anggota DPRD Ditangkap

21
Agustin Poliana, Ketua Komisi D DPRD Surabaya 2014-2019

Surabaya – Agustin Poliana, anggota Fraksi PDI Perjuangan menerima perlakukan kasar dari Satpol PP Surabaya yang sedang melakukan penertiban pedagang kaki lima (PK5) di pasar Tembok Surabaya, malam ini, Senin (11/5).

Tidak hanya mendapatkan perlakukan kasar, Agustin juga digelandang ke Markas Komando (Mako) Satpol PP Surabaya di Jl Jaksa Agung Suprapto bersama-sama dengan para PK5 yang ditertibkan.

Kejadian ini bermula saat dilakukan penertiban PK5 dikawasan pasar Tembok. Agustin yang kebetulan sedang berada dilokasi bersama anaknya, melihat penertiban yang dilakukan Satpol PP terhadap para PK5 sangat berlebihan.

Ia mengingatkan petugas satpol PP agar tidak berlebihan dalam menjalankan tugas. Bukannya mendengarkan teguran dari anggota dewan yang sudah menjabat empat periode ini, petugas Satpol PP malah terlibat adu mulut dan melakukan penganiayaan kepada Agustin dan anaknya.

“Saya sudah mengaku sebagai anggota dewan, tapi malah di tarik-tarik sampai sakit,” ungkap Agustin kepada awak media di Kantor Satpol PP, Senin (11/05).

Selain mendapatkan perlakuan kasar karena ingin penertiban PK5 dilakukan lebih manusiawi, Agustin juga mendapatkan penghinaan melalui kata-kata kasar yang dilontarkan anggota Satpol PP.

Anggota DPRD taek, nek gak wedok tak pateni koen (Anggota dewan tai, kalau bukan perempuan sudah kubunuh kau, red),” jelas Agustin menirukan ucapan anggota Satpol PP kepada dirinya.

Agustin dapat memaafkan tindakan anggota Satpol PP tersebut kepada dirinya. “Secara pribadi saya bisa memaafkan, tatapi penghinaan terhadap institusi DPRD Surabaya sangat keterlaluan. Bagaimana pembinaan yang dilakukan terhadap Anggota Satpol PP kok sampai begitu,” tutup Agustin.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca