Berkat Pemkot Surabaya Kecurangan Tera SPBU Terbongkar

15

Surabaya – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus pungutan liar (pungli) tera SPBU di Jatim. Tim penyidik pidana khusus Kejati Jatim menetapkan Hadi Witomo, kepala UPTD Metrologi Jatim sebagai tersangka.

Hadi ditetapkan sebagai tersangka akibat kecurangan yang dilakukan dalam memungut biaya tera di UPTD yang dia pimpin. Biaya terra resmi yang seharusnya hanya Rp 40 ribu per-nozzle (selang pengisian), dimanipulasi sedemikian rupa oleh tersangka menjadi Rp1,5 juta sampai 2 juta per nozzle yang harus dibayar pengusaha SPBU. Bila satu SPBU memiliki 10 nozzle pengisian, maka mereka keluarkan biaya tera sebesar 15 juta sampai 20 juta untuk satu kali tera di SPBU nya.

Modus pungli ini dilakukan dengan rapi dan terkesan resmi karena mengeluarkan kwitansi dan stempel resmi dari UPTD. “Meskipun kuitansi resmi, tapi ada pungli didalamnya,” jelas Febrie Ardiansyah, Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim.

Kecurangan ini diperkirakan sudah terjadi selama lima tahun, yakni dari tahun 2007 sampai 2012‎, diseluruh SPBU di Jatim. Selama ini para pengusaha SPBU tidak merasakan kejanggalan bahwa telah dicurangi karena membayar lebih mahal dari seharusnya. Ini dikarenakan kuitansi yang mereka terima resmi dan ditanda tangani oleh petugas tera resmi dari UPTD Metrologi Jawa Timur.

Terbongkanrnya kecurangan ini berkat pemerintah kota (Pemkot) Surabaya yang membentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Metrologi Legal pada juli 2013. UPTB Metrologi Legal Surabaya ini salah satu tugasnya adalah melakukan tera terhadap nozzle SPBU yang beroperasi di kota Surabaya.

UPTD Metrologi Legal Surabaya menetapkan tarif tera hanya Rp18 ribu per nozzle. Hal inilah yang kemudian membuat para pengusaha SPBU menyadari bahwa selama ini mereka telah membayar melebihi dari tarif resmi yang seharusnya.

MENARIK DIBACA

loading...

TINGGALKAN TANGGAPAN

Sila masukan komentar anda
Silahkan masukan nama disini