Antri BBM Pemilih Jokowi Merasa Dibohongi

6

Surabaya – Antrian pemilik kendaraan yang ingin mendapatkan Behan Bakar Minyak (BBM) sebelum diberlakukannya harga baru terlihat diseluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Kota Surbaya. Seperti yang terlihat di SPBU di jalan Kertajaya yang dipenuhin oleh ratusan pengendara roda dua dan roda empat, Senin (17/11) tengah malam.

Ratusan pengendara roda dua dan roda empat yang antri membeli BBM Premium mengular sampai seberang kantor KONI Surabaya, sehingga membuat arus lalu lintas menjadi macet.

Banyak pengantri yang kesal dengan kebijakan yang diambil Jokowi ini. Walau isu kenaikan BBM ini sudah lama tersiar tapi mereka tidak menduga Jokowi akhirnya memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi.

“Sebagai warga negara, saya sangat menyesal sekali dengan kebijakan Jokowi yang terkesan mendadak, padahal dengan kenaikan BBM, kami merasa dibohongin sama Pak Jokowi dengan janjinya untuk memihak wong cilik”, ujar Suparno, salah satu pengendara roda dua yang ikut antri.

Akibat berduyun duyunnya masyarakat membeli BBM sebelum harga baru diberlakukan, memaksa pekerja SPBU bekerja extra.

“Antrian panjang ini membuat kami dari petugas SPBU pada malam hari ini menjadi kewalahan, karena pekerjaan kami menjadi lebih banyak, namun tidak ada dampaknya pada gaji kami,” ujar Muji petugas SPBU di Kertajaya.

Sebagaimana diketahui Presiden Jokowi yang baru pulang dari lawatannya keluar negeri, tepat pukul 21.00WIB tadi malam, Senin (17/11), di Istana Negara mengumumkan kenaikan Harga BBM Subsidi.

“Harga premium ditetapkan dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500. Harga solar ditetapkan dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500, dan mulai berlaku tepat pukul 00.00 WIB tanggal 18 November,” ungkap Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan jajaran Menteri Kabinet Kerja dibidang Ekonomi.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca