Tingkat Anak Kekurangan Gizi di Solo Masih 2,5 Persen

0

Solo – Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo hingga akhir tahun 2014 kemarin, dari 35.741 anak, sebanyak 923 anak tercatat masih mengalami kekurangan gizi. Hal tersebut terjadi bukan karena faktor ekonomi saja, melainkan juga pola asuh orang tua yang salah, sehingga asupan nilai gizi ke seorang anak kurang.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih saat ditemui wartawan, Kamis (22/1) menerangkan, sekitar 2,5 persen anak di Solo masih kekurangan gizi. Oleh sebab itu, pihaknya mengandeng Puskesmas dan Posyandu setempat untuk terus melakukan sosialisasi terkait pentingnya memberikan makanan bergizi kepada seorang anak.

“Selain itu banyak upaya yang kami lakukan, misalnya program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), PMT Anak Sekolah (PMATS), kelas ibu hamil hingga pantauan kesehatan balita atau balita pra sekolah. Kami melihat memang di daerah kumuh masih kita jumpai, namun daerah lainya juga masih ada,” ujar Siti.

“Angka anak kekurangan gizi 2,5 itu tergolong rendah, karena batas toleransinya 15 persen dari jumlah anak,” imbuhnya.

Pihaknya juga menambahkan, Kota Solo terus menunjukan eksistensinya untuk memerangi kasus gisi buruk. Pasalnya, sampai saat ini kasus gizi buruk di Solo enol persen.

“Enol persen ini bukan baru tahun ini, melainkan sudah lima tahun berturut-turut kasus gizi buruk,” tegasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca