Semarak Singo Barong, Bukti Identitas Bangsa

8

Solo – Meski kesenian Singo Barong bukan asli dari Solo, namun untuk tahun kedua kalinya Festival Semarak Singo Barong di gelar di kota Solo. Festival mengambil tempat di halaman Balaikota, mulai Jumat (7/11( hingga Sabtu (8/11).

Uniknya dalam kegiatan ini, para peserta bukan hanya dari Solo saja tapi juga dari beberapa kota lain seperti Kudus, Wonogiri, Sukoharjo, dan Ponorogo. Seluruh peserta unjuk kebolehan untuk merebutkan Piala Bergilir dari Walikota Solo dalam tiga kategori lomba, yakni kategori anak, remaja, dan dewasa.

“Untuk tahun ini jumlah kelompok reog yang ikut ada 25. Sebenarnya kemarin banyak kelompok yang ingin ambil bagian, namun karena kouta yang diberikan sudah cukup, akhirnya ada beberapa kelompok yang tak dapat terlibat,” ujar ketua pelaksana kegiatan, Eko Sadono saat berbincang dengan Fren247.com, Sabtu (8/11) sore.

Eko mengatakan sebenarnya ajang ini bukan untuk meraih juara terdepan, namun untuk mengumpulkan kelompok reog yang ada di sekitar Kota Solo. “Saya akui perkembangan kelompok Reog di Solo cukup bagus, hal ini menandakan bahwa kesenian reog bukan hanya milik masyarakat Ponorogo, namun milik semua masyarakat Indonesia,” katanya.

Secara khusus, dirinya pun yakin penyelenggaraan tahun depan lebih dari ini. Hal ini diyakini karena Walikota Solo, FX. Hadi Rudyatmo, sangat mendukung kegiatan tersebut.

“Kemarin saat Pak Wali membuka secara langsung, beliau bakal menyediakan tempat yang lebih luas, yakni di Stadion Sriwedari. Jika memang tahun depan ini benar adanya, saya yakin peserta akan lebih banyak dan bukan tak mungkin peserta dari negara luar akan ikut terlibat,” aku pria yang akrab disapa Eko Belang tersebut.

Dalam ajang ini, ada tiga unsur yang masuk kriteria penilaian juri, yakni wiraga (gerak), wirama (iringan musik) dan wirasa (perasaan saat memainkan reog).

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca