Relawan Nasional Untuk Keadilan, Tuntut KPK Jauhi Kepentingan Politik

2

Solo – Gelombang tuntutan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap pada jalurnya, yakni sebagai lembaga yang independen terus bermunculan. Salah satunya di Kota Solo, puluhan mahasiswa Soloraya yang mengatasnamakan dirinya Relawan Nasional untuk Keadilan, menyuarakan tuntutan tersebut, di kawasan bundaran Gladak, Solo, Kamis (22/1) siang.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa berharap agar KPK menjauhkan diri dari kepentingan politik. Dimana mahasiswa melihat saat ini KPK sudah bekerja tidak sesuai kaidahnya. Hal ini terlihat saat menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi rekening gendut.

Padahal, penetapan tersangka tersebut seusai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkatnya sebagai calon Kapolri.

“Kami melihat akhir-akhir ini masyarakat terus digiring untuk tidak percaya kepada seorang Presiden. Seharunya langkah yang diambil KPK untuk menetapkan tersangka, bukan saat penunjukan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri oleh Presiden. Kami melihat ini ada sesuatu yang sudah direncanakan,” ujar kordinator aksi, Rizal Daniel.

Menurutnya, saat ini KPK sudah dipercaya oleh banyak rakyat untuk terus membongkar kebobrokan di negara ini. Oleh sebab itu, pihaknya berharap KPK jangan menyalah gunakan kepercayaan tersebut.

“Yang jelas kami berharap jangan ada kesan penetapan tersangka suatu kasus, karena faktor ketidaksukaan. Kami menghimbau KPK terus menunjukan eksistensinya,” harapnya.

Sebagai wujud kekecewaan terhadap KPK, para mahasiswa juga melakukan pembakaran foto bergambar pimpinan KPK, yakni Abraham Samad.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca