Rebutan Gunungan Sekaten Masih Jadi Magnet Perayaan Maulud Nabi di Solo

0
Sebuah Gunungan yang baru dikeluarkan dari Kraton Surakarta

Solo – Puncak peringatan Maulud Nabi SAW, yang dikenal juga di Surakarta sebagai perayaan Sekaten, ternyata masih menarik perhatian banyak orang. Puncak peringatan tersebut ditandai dengan keluarnya dua pasang gunungan, yakni gunungan Jaler (laki-laki) dan gunungan Estri (perempuan).

Dalam puncak perayaan yang berlangsung di kawasan Masjid Agung Surakarta, Sabtu (3/1) siang, ribuan warga sudah menunggu sejak pagi. Mereka ingin mendapatkan isi dari gunungan yang berisi berbagai hasil bumi.

Uniknya, masyarakat yang datang kepuncak perayaan Sekaten ini bukan saja dari wilayah Soloraya saja. Namun banyak juga yang berasal dari luar kota Solo bahkan dari luar pulau Jawa, seperti dari kota Banjarmasin Kalimantan Selatan dan kota Palembang Sumatera Selatan.

Jatmiko misalnya, salah seorang warga asal Banjarmasin khusus datang ke Solo untuk melihat bagaimana prosesi Gunungan berlangsung. Ia baru pertama kali datang ke kota Solo dan itupun khusus untuk melihat tradisi tersebut.

“Ya penasaran, mumpung liburan, jadi ingin tahu atmosfer tradisi seperti itu,” ucapnya saat ditemui reporter Fren247.com.

Lain lagi dengan Rufiah Handayani, warga asal Masaran, Sragen, ia selalu datang ke Solo setiap puncak peringatan Maulud Nabi SAW. Ia sengaja setiap tahun datang keperayaan Sekaten ini untuk mendapatkan isi dari gunungan yang jadi simbol perayaan Sekaten.

“Berebutan sudah biasa, karena bagi saya setiap mendapatkan isi gunungan, Insya Allah rejeki kedepan lancar,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, KP Winarno Kusumo, menjelaskan bahwa tradisi Gunungan Sekaten ini sudah berlangsung lama.

“Sebenarnya Gunungan ini bukan diperebutkan tapi dibagi, tapi banyak masyarakat yang langsung merebut. Dulu masa Paku Buwono X ada 12 pasang gunungan dan jumlah masyarakatnya sedikit sehingga bisa dibagikan satu-satu, sedangkan sekarang jumlah masyarakatnya banyak tapi gunungannya hanya dua pasang, jadi saling berebut,” ungkapnya kenapa terjadi rebutan Gunungan Sekaten.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca