Pusaka Musem Radya Pustaka Dijamas

4

 

061114-raditya-salah-satu-Pusaka-Pancasula-yang-akan-ikut-dikirab-besok

Solo – Beberapa koleksi yang tedapat di Museum Radya Pustaka Solo, Sabtu (8/11) siang di jamas di halaman museum setempat. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan aura pusaka-pusaka tersebut, karena karatnya sudah cukup tebal dan perlu ada pembersihan. Kebanyakan koleksi berupa keris dan tombak. Koleksi tersebut merupakan koleksi mulai zaman Jenggala, Pajajaran, Budha, Majapahit, Mataram hingga Surakarta.

“Karatnya sudah cukup tebal, sehingga pusaka-pusaka tersebut harus di jamas, agar aura yang terpancar dari pusaka-pusaka terebut tetap ada. Memamg, saat melakukan penjamasan ini tak dilakukan secara sembarangan,” ujar empu keris, Agustinus Daliman disela kegiatan.

Selain itu, Agustinus juga menceritakan prosesi penjamasan koleksi tersebut. Dimulai dengan direndam air kelapa muda selama 10 hari dan tiap dua hari sekali dikontrol untuk dibersihkan. Setelah semua sudah direndam, lalu dijamas dengan cara dibersihkan dulu pusaka yang direndam dengan sabun dan jeruk. Baru kemudian dikeringkan.

Jika sudah kering maka dimasukan ke rendaman air warangan yang terbuat dari batu arsinikum yang ditumpuk halus dengan air jeruk pecel Jawa. Proses membuat air warangan ini sampai berbulan-bulan sampai airnya berwarna hitam kecoklatan dan itu baru bisa dipakai. Setelah pusakan dimasukan ke rendaman air warangan selanjutnya dimasukan ke air biasa untuk membersihkan sisa-sisa warangan yang menempel

Melihat begitu banyak koleksi yang ada di musem tersebut, pihaknya tidak serta merta langsung menjamas koleksi di museum tersebut. Penjamasan di lakukan setiap bulan Suro.

“Ini sudah tahun ketiga, kedepan setiap kali suro kami bakal menjamas pusaka. Selain untuk merawat pusaka agar terlihat bagus, jamasan ini dilakukan juga untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang apa perlunya dan bagaimana cara penjamasan pusaka,” katanya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca