Pedagang Terompet di Solo Sambat Sepinya Pembeli

1

Solo – Nasib kurang beruntung harus dialami para pedagang terompet yang berada di kawasan Kota Solo. Bagaimana tidak, beberapa hari menjelang malam perayaan pergantian tahun, dagangan mereka masih cukup banyak.

Hal tersebut diakui oleh salah seorang pedagang terompet asal Wonogiri, Manuo Bendu. Pria yang akrab disapa Bendu ini menjelaskan, biasanya diatas tanggal 20an sudah banyak masyarakat yang membeli, namun empat hari jelang perayaan malam pergantian tahun, baru beberapa orang saja yang membeli.

‚ÄĚHampir 10 tahun saya berjualan terompet disini, tahun ini berbeda seperti sebelumnya. Bukan masalah cuaca, namun karena permintaan pasar yang kurang. Padahal harga terompet juga relatif terjangkau,” keluhnya saat ditemui Fren247 di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Sabtu (27/12).

Jika hingga saat hari H terompet ini tak habis, dia mengaku biasanya melakukan banting harga atau berada di Kota Solo lebih lama untuk berjualan terompet.

“Kalau sepi ya banting harga, mau bagaimana lagi. Padahal saya datang ke sini (Solo) sekitar tanggal 20. Pasrah sajalah, mungkin ini dampak kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dan saat membayar anak sekolah, jadi momentnya kurang pas,” kata Bendu.

Terompet yang dijual oleh Bendu, harganya bervariatif, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 25 ribu. Uniknya, semua terompet yang dijual Bendu merupakan hasil karyanya sendiri yang berasal dari turun temurun orang tua.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca