Kisah Pencari Pasir di Sungai Bengawan Solo

0

051114-ERWIN-Demi-Sesuap-Nasi-Rela-Mencari-Pasir-di-Sungai

Solo – Tak dapat dipungkiri keadaan sungai di kota Solo semakin hari semakin tercemar. Tak jarang pula air di sungai menjadi sumber penyakit. Namun tak begitu bagi Ngatinem (60) warga Jogobondo, Sukoharjo. Sungai bukan tempat menjijikan bagi dirinya, melainkan sungai sahabat baginya. Karena dari sungailah, Ibu tiga anak ini memperoleh uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Bersama sang suami tercinta Sukadi (64), Ngatinem selalu mencari pasir di kawasan sungai Bengawan Solo.

Rasa gatal dan letih terobati setelah mereka berhasil mengumpulkan pasir yang didapat untuk dijual. Dalam sehari, biasanya mereka berhasil mengumpulkan uang Rp 60 ribu dari hasil penjualan satu mobil pick up pasir.

Jika melihat hasil yang didapatkan, memang tak sebanding dengan resiko pekerjaanya. Terlebih lagi Ngatinem selalu berada di tengah sungai demi mendapatkan pasir tersebut. Ketika disinggung apakah dirinya bisa berenang, secara tegas Ngatinem yang sudah memiliki lima orang cucu ini mengaku tak bisa berenang.

“Setiap kali mencari pasir selalu di temani suami, ini tak setiap hari saya lakukan. Melihat kondisi airnya dahulu seperti apa, kalau sedang air surut baru saya dan suami mencari pasir di tengah sungai,” ujarnya saat berbincang dengan Fren247.com, di kawasan Sungai Bengawan Solo, Rabu (5/11).

Usia semakin tua, namun semangatnya sampai saat ini masih luar biasa. Namun dibalik semua itu, dirinya juga memiliki kerinduan untuk berhenti dari rutinitas semua ini.

“Semua anak saya sudah besar, semua sudah berumah tangga. Suatu saat saya akan berhenti dari rutinitas ini, namun bukan untuk sekarang ini,” terangnya sambil sesekali mengusap keringat di dahinya.

MENARIK DIBACA

loading...

3 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca