Keraton Kasunanan Bagikan 1000 Butir Telur Kamal dan Kinang

16
Pembagian Telur dan Sirih

Solo – Seribu butir telur bebek (telur kamal) dibagikan kepada pengguna jalan, di kawasan bundaran Gladak Solo, Senin (29/12) pagi.

Kegiatan yang dilakukan oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ini merupakan kegaiatan rutin, bertepatan dua hari setelah keluarnya gamelan sekaten, yakni Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari. Kedua Gamelan dikeluarkan dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju bangsal Pradangga halaman depan Masjid Agung Surakarta pada Sabtu (27/12) lalu.

Ketua Panitia Pelaksana Maleman Sekaten Keraton Kasunanan Surakarta, KRMH Satriyo Hadinagoro mengatakan bahwa ajang ini sebagai pelestarian, karena seiring berjalanya waktu masyarakat mulai meninggalkan pengertian makna sekaten. Dimana makna yang sebenarnya sekaten merupakan peringatan lahirnya Nabi Muhammad SAW, namun banyak masyarakat hanya menilai kegiatan ekonomi saja.

“Telur kamal (telur bebek) itu memiliki tiga makna arti kehidupan, yakni lahir, lakon (hidup) dan layon (mati). Kalau orang sudah tahu makna ini, sehingga orang tersebut akan tahu apa yang akan kita bawa saat pulang (mati) nanti, yaitu amal. Kalau sudah membawa amal, pasti orang tersebut sudah membawa rahayu di akirat,” ujarnya disela kegiatan.

Selain membagikan seribu telur, Keraton juga membagikan Kinangan (sirih). Menurutu Stariyo Sirih atau Kinangan memiliki makna merupakan wujud lima rukun Islam.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca