Hasil Penelitian YSKK Peran Komite Sekolah Belum Efektif

1
ilustrasi Komite Sekolah

komite-sekolah solo

Solo – Ketua Yayasan Satu Karya Karasa (YSKK), Suroto menilai fungsi dan peran komite di sekolah belum sepenuhnya efektif. Hal ini bukanya tanpa alasan, pasalnya pihaknya dan GEMA PENA pernah melakukan penelitian di delapan provinsi pada akhir tahun 2013 sampai awal tahun 2014.

“Sebenarnya peran komite itu sangat penting bagi sarana belajar maupun menguatkan proses belajar dan mengajar. Tujuan utama dibentuknya komite bukan hanya untuk mengantarkan seorang siswa didik selesai hingga bangku sekolah saja, melainkan juga menciptakan seorang manusia yang berprestasi dan memiliki budi luhur yang baik,” ujar Suroto saat kegiatan pembentukan forum komite sekolah Kabupaten/Kota Surakarta, di Lampion Hotel, Rabu (26/11) siang.

Pihaknya menilai banyak hal yang membuat komite sekolah belum berjalan sebagaimana mestinya. Dimana salah satunya komposisi keanggotaan komite sekolah masih di dominasi oleh seorang guru, sehingga fungsi kontrol belum sepenuhnya ada.

“Pernyataan itu bukan asal-asalan, karena pada bulan Mei 2014 kemarin saya melakukan survei di beberapa kota yang ada di Soloraya. Alhasil, hampir 62 persen guru masih terlibat dalam keanggotaan komite sekolah. Seharusnya anggota komite sekolah itu tranparan, bisa merekrut orang tua siswa juga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Solo, Joko Riyanto berjanji akan terus berusaha meningkatkan peran komite di suatu sekolah. “Ke depan Dewan Pendidikan Kota Solo siap untuk meningkatkan peran Komite Sekolah,” tegasnya.

Pembentukan Forum Komite Sekolah yang dilakukan di tiga provinsi dalam upaya pengembangan Sekolah MANTAP (Manajemen Transparan, Akuntabel, Partisipatif). Tiga propinsi itu yakni Jawa Tengah di Solo, DIY di Gunungkidul dan propinsi Lampung di Kota Bandar Lampung

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca