Gamelan Sekaten Dibunyikan Menjelang Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

4
Gamelan Sekaten sedang disiapkan

Solo – Jelang puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengeluarkan dua perangkat Gamelan Sekaten, yakni Gamelan Kyai Guntur Madu dan Gamelan Kyai Guntur Sari, Sabtu (27/12). Kedua gamelan tersebut diletakkan di bangsal Pradangga halaman depan Masjid Agung Surakarta, setelah dikirab dari kawasan Keraton Kasunanan.

Setelah Dzuhur, kedua Gamelan tersebut dibunyikan. Namun saat membunyikan kedua gemelan tersebut tidak dilakukan secara bersamaan. Gamelan Kyai Guntur Madu yang terletak di sebelah selatan Masjid Agung di bunyikan terlebih dahulu.

Pada hari pertama tersebut, Gamelan Kyai Guntur Madu membunyikan Gendhing Rambu. Setelah itu, Gamelan Kyai Guntur Sari ditabuh dengan menampilkan Gendhing Rangkung.

Rambu sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti Allah Pangeranku, sedangkan Rangkung juga berasal dari bahasa Arab yang berarti Ruhukum yang berarti Jiwa Besar atau jiwa agung.

“Selama tujuh hari Gamelan tersebut akan dibunyikan. Pada puncaknya atau hari ketujuh akan keluar Gunungan Maulud, yakni sepasang Gunungan,” ujar Wakil Pengageg Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Pangeran (KP) Winarno Kusumo disela-sela kegiatan.

Pria yang akrab disapa Kanjeng Win ini menerangkan, awal mula hanya Gamelan Kyai Guntur Sari yang digunakan untuk syiar Islam di tanah Jawa, namun seiring berjalanya waktu Pakubuwono IV membuat sebuah gamelan pendamping, yakni Gamelan Kyai Guntur Madu.

“Perbedaanya terletak hanya pada bentuknya saja, dimana Gamelan Kyai Guntur Madu bentuknya lebih besar ketimbang Gamelan Kyai Guntur Sari,” tegas Kanjeng Win.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca