Rakyat Kaltim Unjuk Rasa Tuntut Otonomi Khusus

2

Samarinda – Peringatan Hari Pahlawan di Samarinda Kalimatan Timur (Kaltim) diwarnai oleh aksi unjuk rasa dari elemen masyarakat yang menamakan dirinya Rakyat Kaltim Menggugat Untuk Keadilan. Mereka melakukan orasi di halaman depan Kantor Gubernur Kaltim, Senin sore (10/10), dengan tuntutan Daerah Otonomi khusus bagi Kalimantan Timur.

Aksi unjuk rasa ini sengaja digelar dengan memanfaatkan momentum Hari Pahlawan, agar dapat menggugah Pemerinah Provinsi Kaltim untuk dapat bersama berjuang ke pusat, agar Kaltim bisa mendapatkan Otonomi Khusus.

La ode Toroki, kordinator lapangan (korlap), aksi unjuk rasa tersebut mempertanyakan ketidakadlilan yang di terima oleh Kaltim selama ini.

“Lihatlah sebagai daerah yang memiliki Kerajaan tertua di Indonesia, yakni Kerajaan Kutai apa bedanya Kaltim dengan Jogyakarta, sehiggga Kaltim tidak mendapatkan otonomi khusus?” kata La ode Toroki dalam orasinya.

Pengunjuk rasa mempertanyakan ketidakadilan yang diterima Kaltim dibanding propinsi lain yang sama-sama penghasil migas seperti Aceh dan Papua. “ Mengapa Kaltim tidak mendapatkan pembagian hasil yang imbang seperti halnya Aceh dan Papua yang mendapatkan Otonomi Khusus?” tanya La ode.

“Dengan kondisi ketidakadlian ini maka Kaltim sebagai daerah yang kaya tidak bisa menikmati kekayaaan yang di milikinya. Sehingga miris sekali melihat kondisi Kaltim saat ini, karena kekayaan Kaltim tersebut hanya dinikmati oleh para kapitalis pemilik modal besar di Kaltim!” tandas La Ode dengan suara keras.

Oleh karena itulah memanfaatkan momentum Hari Pahlawan, maka La Ode Toroki menegaskan jika Rakyat Kaltim Menggugat Untuk Keadilan akan terus memperjuangkan tuntutan mereka ke Pemerintah pusat.

“Perjuangan ini hingga DPR RI dapat mengabulkan tuntutan kami, yakni Kaltim menjadi daerah Otonomi Khusus dan hal tersebut adalah harga mati!!” tegas La Ode Toroki.

MENARIK DIBACA

loading...

TINGGALKAN TANGGAPAN

Sila masukan komentar anda
Silahkan masukan nama disini