Rakyat Kaltim Menggugat akan Rutin Gelar Aksi Tuntut Otonomi Khusus

3

Samarinda – Kondisi bak ayam mati di lumbung padi, pas lah kiranya untuk menggambarkan Kondisi Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini. Dimana sebagai daerah yang kaya Kaltim tidak bisa menikmati kekayaan alamnya tersebut. Hal ini karena dana perimbangan yang di terima oleh Kaltim dari pusat tidak sesuai dengan apa yang telah di setor oleh Kaltim ke pusat.

Atas ketidakadilan ini rakyat Kaltim sudah sering melakukan aksi unjuk rasa. Kali ini aksi dilakukan oleh elemen masyarakat yang menamakan dirinya Rakyat Kaltim Menggugat Untuk Keadilan.

Henky, Sekretaris Jendral (Sekjend) dari elemen masyarakat ini menjelaskan pada media akan terus melakukan langkah langkah untuk memperjuangkan tuntutan Otonomi Khusus bagi Kaltim dengan dukungan dari pemerintah Kaltim.

“Kami akan melakukan langkah, selain melalui jalur mekanisme konstitusi, juga akan rutin menggelar aksi unjuk rasa, jika perlu dua minggu sekali,” ungkap Henky, saat ditanya reporter fren247 mengenai langkah yang akan dilakukannya untuk memperjuangan Otonomi Khusus Kaltim tersebut , Senin (10/11).

Oleh karena itulah Hengky menghimbau kepada seluruh masyarakat Kaltim, agar bersatu, berjuang bersama, menuntut keadilan dari pusat. “Karena perjuangan ini bukan untuk kepentingan kelompok ataupun golongan serta pribadi , namun untuk kepentingan bersama seluruh rakyat kaltim,” jelas Henky.

Dia berharap seluruh rakyat Kaltim dapat berjuang bersama menuntut keadilan, agar Kaltim tidak hanya menerima 10 % dana perimbangan dari pembagian hasil kekayaan Alam Kaltim yang disetor ke pusat.

“Bagaimana bisa membangun Kaltim dengan dana perimbangan hanya sebesar 10%? Apa hanya pusat saja yang butuh di bangun? Sedangkankan daerah tidak perlu dibangun?” ungkap Henky dalam orasinya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca