Warga Kota Kupang Sebut PLN Sebagai Perusahaan Lilin Negara

2

Kupang – Warga Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kecewa dengan pemadaman listrik secara terus-menerus mengubah nama Perusahaan Listrik Negara menjadi Perusahaan Lilin Negara (PLN). Sebut nama lain dari PLN ini sebagai bentuk sindiran dan kekecewaan warga dengan pemadaman yang terus terjadi.

Rasty, warga Kota Kupang, kepada fren247.com menyampaikan bahwa PLN itu bukan Perusahaan Listrik Negara lagi tetapi Perusahaan Lilin Negara. “Ini kan seperti lilin, kalau sudah habis dibakar pasti langsung mati. Ini kan tidak ada bedanya PLN yang orang bilang Perusahaan Listrik Negara,” ujar Rasty, Jumad (27/2) di Kupang.

Dia menjelaskan bahwa pemadaman listrik sangat lama dibandingkan dengan masa sebelumnya, listrik dipadamkan sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita, di sejumlah wilayah lain pemadaman bergilir juga terjadi pada pukul 17.00 hingga 00.00 Wita.

“Ini benar-benar seperti lilin, tapi anehnya PLN kalau menagih uang listrik melalui sms yang dikirim dari Telkomsel, menggunakan nada ancaman. Kalau tidak membayar listrik hingga tanggal 20 maka akan terjadi pemutusan. Bahasa itu kan sebagai bahasa kurang ajar,” tutur Ibu paruh baya itu di Kios Pangkas Rambutnya.

Sementara pihak PLN yang dikonfirmasi media ini, masih pada alasan yang sama seperti sebelumnya bahwa pemadaman listrik dilakukan akibat kelebihan daya yang harus ditanggung.

“PLN kekurangan daya sebesar 16,5 kilowaat (kw), dan saat ini kami hanya punya satu mesin di PLTU Bolok yang masih dalam masa pemeliharaan,” kata Paul Bola, Humas PLN Wilayah NTT.

MENARIK DIBACA

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN TANGGAPAN

Sila masukan komentar anda
Silahkan masukan nama disini