Tahun 2014, Hasil Ekspor Produk Olahan Ikan Indonesia Mencapai USD 495 Juta

0
Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan KKP, R. Narmoko Prasmadji

Badung – Permintaan hasil olahan ikan dari Indonesia semakin banyak, berdasarkan data Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Indonesia mengekspor sekitar 5 juta ton hasil olahan ikan dengan nilai transaksi sekitar USD 495 juta.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan KKP, R. Narmoko Prasmadji, menjelaskan bahwa permintaan produk olahan ikan paling banyak selama ini dari Eropa. Pada tahun 2014 yang lalu permintaannya mencapai sekitar 1 juta ton .

Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2015 ini akan meningkatkan nilai tambah ekspor terutama produk olahan ikan.

“Permintaan produk olahan kita yang paling banyak itu ada di Eropa, baru disusul dengan negara lainnya, seperti Amerika, Korea, dan Jepang,” ungkap Narmoko usai seminar “On food safety of fishery products for companies exporting the european union” di Discovery Hotel, Badung, Selasa (03/02).

Permintaan pasar akan produk olahan sangat tinggi. “Untuk itu kita akan berusaha meningkatkan kualitas produk kita. Salah satunya dengan acara ini,” jelasnya.

Narmoko menambahkan, ekspor ikan KKP pada tahun 2015 ini tidak memiliki target tersendiri. “Kita tidak memiliki target tetap, bagaimana caranya kita meningkatkan hasil olahan ini, bukan secara kuantitas tapi kualitas,” paparnya.

“Yang penting sekarang ini kualitas produk bukan dari kuantitas,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca