Surat Penolakan Grasi Bali Nine Akan Diserahkan ke Kejagung

0
Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika

Denpasar – ‎Grasi terpidana mati ‘Bali Nine’ Andrew Chan ditolak Presiden Joko Widodo, kini, keputusan presiden itu sudah berada di meja pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Denpasar. Rencananya surat tersebut akan ditembuskan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jakarta.

Surat penolakan grasi itu berupa Keppres no 9/10 tahun 2015 itu diterima dari Pengadilan Negeri Denpasar. Setelah menerima surat, Kejari membuat surat laporan ke Kejati. Meski demikian, Kejati Denpasar hingga saat ini belum mengirimkan ke Kejagung meskipun sudah empat hari diterima.

“Sudah kami terima sejak Jumat kemarin. Secepatnya akan kami tembuskan ke Kejagung. Kami masih menyiapkan segala petunjuk ke pihak Kejagung,” kata Humas Kejaksaan Tinggi Bali, Ashari Kurniawan, Selasa (27/01), di Denpasar.

Lanjutnya, saat ini sudah ada beban hukum yang akan diterima terpidana mati ‘Bali Nine‘ Andrew Chan asal Australia itu. Beban hukum terkait pelaksanaan eksekusi, pelaksanaan dan tekhnis eksekusi itulah yang menjadi petunjuk Kejagung nantinya.

“Nanti itu pelaksaan akan seperti apa, langkahnya seperti apa. Kan teknis eksekusi pidana mati yang mengkoordinasikan itu nanti Kejagung langsung,”paparnya.

Grasinya Endrew Chan ditolak Presiden Jokowi dan diserahkan ke PN Denpasar, Kamis (22/01/2015).‎ Pada Jumat (23/01), pihak Kejari menerima surat itu dan langsung menyerahkannya ke Kejati Denpasar.

Seperti diketahui Andrew Chan telah tertangkap menyelundupkan narkoba jenis heroin sekitar 8,2 kilogram, ke Bali bersama 8 teman lainnya, pada tahun 2005.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca