Puspayoga Luncurkan Kartu Izin UMK Perdana di Bali

1
Puspayoga menyerahkan Kartu Izin Usaha Mikro dan Kecil (KIUMK)

Denpasar – Kementerian Koperasi dan UMKM meluncurkan Kartu Izin Usaha Mikro dan Kecil (KIUMK) di Denpasar, Bali, Kamis (26/02).

Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menjelaskan Bali dipilih karena daerah tersebut sudah siap mengelola KIUMK tersebut.

Dia juga menjelaskan bahwa pihaknya sendiri tidak menargetkan berapa jumlah kartu izin ini akan dikeluarkan. Pihaknya akan mengeluarkan kartu ini sebanyak-banyaknya sambil melengkapi dan menyeleksi data-data usaha mikro kecil yang ada di seluruh Indonesia.

“Semakin banyak yang mendapatkan kartu izin ini justru semakin bagus. Mereka yang sudah mendapatkan kartu izin ini tentunya diberikan kemudahan dalam memperoleh akses perbankan,” katanya usai acara peluncuran kartu izin usaha mikro kecil di Kantor Camat Denpasar Barat, Kamis (26/02).

Kartu ini merupakan jawaban bagi para usaha pengusaha mikro kecil (UMK) yang mengeluhkan proses pengurusan izin usaha yang berbelit-belit.

Puspayoga juga minta ke Gubernur maupun Walikota supaya ada pendampingan kepada para pengusaha ini.

Tujuan pendampingan ini adalah untuk mendampingi pelaku UMK mendapatkan izin dan juga untuk memberikan bimbingan tentang usaha yang baik. Pendampingan ini juga ditujukan untuk mengangkat omzet pelaku usaha. Setelah mengangkat omzet kemudian mengarah ke perluasan pasar, dan setelah perluasan pasar nantinya bisa menambah tenaga kerja.

Setelah peluncuran di Bali, Kementerian Koperasi dan UKM berencana untuk meluncurkan kartu izin UMK di Ambon.

“Kami terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap usaha ini. Bagi daerah yang sudah siap, tentunya kami akan launching dan melakukan sosialisasi izin ini,” katanya.

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UMKM, Braman Setyo mengatakan sudah disiapkan kurang lebih 1.221 pendamping untuk di seluruh Indonesia, sedangkan untuk di Bali sendiri sudah disiapkan sekitar 40 pendamping yang akan disebar di sembilan kabupaten di Bali.

“Mereka sudah disiapkan untuk mensukseskan program usaha mikro kecil ini. Saya sendiri mempunyai target 5 juta UMK dalam tahun ini,” katanya.

Menurut Braman pihaknya tidak akan bekerja sendiri tapi akan mengandalkan pendamping, karena pendamping yang nantinya membantu menentukan arah pelaku UMK untuk mengembangkan usahanya dan mendapatkan izin UMK.

“Kami yakin program ini akan membuahkan hasil yang memuaskan karena selama ini pengusaha mengeluhkan untuk mendapatkan izin susah, dari waktunya yang lama dan biaya yang cukup besar belum tentu izinnya keluar,” lanjutnya.

Ada empat keuntungan dengan mendapatkan katu izin ini, pertama kepastian usaha atau legalitas, kedua kemudahan akses pembiayaan, ketiga kemudahan akses pendampingan, dan yang keempat kemudahan dalam rangka pemberdayaan.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca