Presiden Blusukan ke Pelabuhan Benoa Dihadang Ratusan Demontsran

1
Demonstran dan TNI AL

Denpasar – Sekitar pukul 08:00 WITA rombongan Presiden Rebuplik Indonesia tiba di bandara Ngurah Rai untuk mengadakan blusukan mendadak di pelabuhan ikan Tanjung Benoa, Kamis (16/04). Sekitar pukul 08:30 rombongan presiden sampai di Pelabohan Benoa dan langsung berdialog dengan para nelayan.

Awalnya dialog berlangsung dengan tertib dan teratur. Namun tiba-tiba ada rombongan demonstran melakukan aksi dengan membawa sejumlah atribut seperti tulisan “Turunkan Harga BBM”.

Karena demostransi yang tidak diduga duga, saat itu juga presiden beserta rombongan dievakuasi dengan menggunakan Kapal RI Weling 822 yang sudah disiapkan dan sedang bersandar di Plabuhan Benoa Dermaga Timur.

Para demonstran tidak hanya melalui darat saja, tetapi para demonstran itu datang dari berbagai arah dengan menggunaan kapal motor nelayan dan meneriakan turunkan harga BBM.

Para demonstran tidak hanya beraksi ditengah laut, tetapi mereka juga mencoba meransek masuk dengan menerobos barisan para petugas TNI.

Saat itu juga pasukan TNI AD dan AL terus melakukan penjagaan dan pengawasan yang begitu ketat dan berhasil mengevakuasi presiden Republik Indonesia beserta rombongan.

Untungnya hal tersebut hanya simulasi yang diadakan oleh TNI AL untuk pengamanan tamu VVIP. Komandan Kopaska Koarmatim Kolonel Laut (E) Y Bramantyo yang menjabat selaku Wakil Direktur Latihan (Wadirlat) PAM VVIP 2015 mengatakan, bahwa pengamanan VVIP pada hakekatnya adalah kegiatan untuk menjamin keselamatan keamanan VVIP besserta keluarga, serta tamu resmi kehormatan perwakilan negara asing.

Dia menambahkan, terkait dengan kegiatan pengamanan, sesuai undang-undang nomor 34 tahun 2004, TNI AL memiliki andil tugas dan tanggung jawab besar terhadap keselamatan pejabat negara, pejabat pemerintah RI yang syah, dan bertanggung jawab melaksanaan pengamanan khusus para pejabat negara yang bersifat Very-Very Important Person( VVIP) termasuk di dalamnya sektor pengamanan pelabuhan / pantai dan laut.

“Tujuan utama akhir dari latihan pengamanan VVIP 2015 untuk meningkatkan kemampuan, kesiapan dan kesigapan personel unsur tempur TNI AL Koarmatim dalam rangka mendukung tugas pokok utama operasi TNI dalam situasi kondisi damai selain perang,” ujarnya usai simulasi pengamanan VVIP, di Pelabohan Tanjung Benoa, Kamis (16/4).

Dia menambahkan, latihan pengamanan VVIP 2015 TNI AL melibatkan 450 personel prajurit Koarmatim, meliputi unsur prajurit Lanal Denpasar, 2 buah kapal perang usur Koarmatim KRI Diponegoro-365, KRI weling-822, 1 buah heli bolco nv-412 dari satuan wings udara RON 400 Puspenerbal, Kal Katamaran, combat boat, 2 tim Kopaska Koarmatim, Team Dinas Kesehatan Koarmatim, 15 personel staf latihan dari koarmatim.

“Pelatihan ini juga kami didukung satuan pengamanan otoritas pelabuhan Benoa, serta 1 buah mobil pemadam kebakaran Pelabuhan Benoa Bali,” pungkasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca