Pastika Persilahkan Warga Australia Lakukan Aksi Selamatkan Bali Nine

1
Gubernur Bali I Made Mangku Pastika

Denpasar – Gubernur Bali I Made Mangku Pastika menyatakan terkait kasus eksekusi mati Bali Nine yang merupakan warga Australia, ia tidak bisa berkomentar lagi, karena itu ranahnya hukum, bahkan kasus tersebut sudah sampai presiden Joko Widodo.

“Mari kita ikuti proses hukum, saya sudah tidak bisa bicara lagi terkait kasus ini,” terangnya, usai acara Simakrama, di DPRD Bali, Denpasar, Sabtu (31/01).

Menyikapo aksi yang dilakukan warga Australia yang meminta membatalkan eksekusi mati terhadap Myuran Sukumaran dan Andrew Chan di Renon Denpasar pagi tadi, Pastika mempersilahkan warga Australia melakukan aksi tersebut.

“Ya silahkan saja kalau mau aksi, itu hak mereka. Kita tidak bisa melarang orang untuk beraksi. Yang jelas saya juga tidak mungkin meminta kepada presiden untuk menghentikan eksekusi mati itu,” jelasnya.

Terkait surat pemberitahuan bahwa ekseskusi terpidana mati Myuran Sukumaran dan Endrew Chan “Bali Nine” tidak dilakukan di Bali, Pastika mengaku belum menerima surat tersebut.

“Sejauh ini saya belum menerima surat pemberitahuan bahwa eksekusi itu tidak akan dilakukan disini,” ungkapnya.

Seperti diketahui bahwa Pastika meminta jalannya eksekusi mati kedua terpidana kasus narkoba itu tidak dilakukan di Bali. “Kita ini kan orang beragama, punya kepercayaan, kalau eksekusi itu akan dilaksanakan di Bali, kita harus melakukan upacaranya dan upacaranya itu pasti akan banyak sekali,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Selain itu Pastika juga menyatakan, sebagian besar wisatawan di Bali adalah berasal dari Australia untuk itu harus dijaga perasaannya. “Ya kita harus menjaga psikologis mereka, Bali ini daerah wisata maka harus aman dan nyaman,” paparnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca