Mahasiswa Kembali Demo Masalah Penutupan Bandara Turelelo

2
Massa aksi di Mapolda NTT

Kupang – Perhimpunan Mahasiswa Ngada (Permada) Kupang dan HIMAKEB (Himpunan Mahasiswa Kecamatan Bajawa) menggelar unjuk rasa terkait kasus pemblokiran Bandara Turelelo yang melibatkan Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Sae pada tahun 2013 lalu.

Koordinator lapangan, Andrianus Owin Goleng megatakan, pihaknya mendesak Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Perhubungan Wilayah Bali, NTB dan NTT untuk segera menindaklanjuti dan mempercepat proses penyidikan aktor di balik pemblokiran Bandara Turelelo, Soa yakni Bupati Ngada.

Pihaknya juga mendesak PPNS Kemenhub Wilayah Bali NTB dan NTT untuk segera melimpahkan berkas penyidik aktor dibalik kasus pemblokiran Bandara Turelelo Soa kepada Kejaksaan Tinggi NTT agar proses hukum selanjutnya dapat berjalan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

“PPNS tidak boleh pandang bulu dalam menegakan hukum di Negara ini. Jangan berdalih juga bahwa tidak memiliki bukti kuat untuk menetapkan Bupati sebagai tersangka, padahal dengan jelas bupati yang mengajak Pol PP untuk menutup bandara itu,” kata Adrianus, Selasa (3/2).

Tak hanya itu, di Mapolda NTT, Adrianus menyampaikan agar Polda NTT memproses Polres Ngada untuk secepatnya menyelesaikan persoalan penindasan terhadap para pedagang yang dilakukan Satpol PP beberapa waktu lalu.

Seperti yang ramai diberitakan dibeberapa media online bahwa penyidik mengalami kendala untuk menjerat bupati Ngada, Marianus Sae sebagai tersangka karena tidak memiliki data rekaman percakapan dengan para Pol PP yang dipanggil untuk menutup bandara itu.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca