Kongres PDIP Jadi Ajang Membangun Soliditas

2

Bangli – Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster meminta seluruh kader untuk terus membangun soliditas dan jangan sampai saling sikut antar kader dalam memenangkan pemilihan kepala daerah yang digelar serentak di Bali pada Desember mendatang.

Dia mengatakan, Kongres PDIP ke IV di Bali pada 8-12 April 2015, juga menjadi ajang konsolidasi partai untuk memenangkan Pilkada mendatang. Disinggung kesiapan PDIP untuk memenangkan Pilkada Bangli, Koster menegaskan jika DPP akan melihat pada pasangan incumbent yang terbukti berhasil dan berbuat banyak untuk rakyat, seperti pasangan Bupati Made Gianyar dan Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta.

Aspirasi masyarakat Bangli dan juga hasil survey kata Koster sudah jelas, seperti ditunjukkan dalam kegiatan bakti sosial Pra Kongres, itu tetap menginginkan duet Gianyar dan Sedana Artha dilanjutkan pada Pilkada 2015-2020. Koster berharap tidak ada lagi kader yang rewel khususnya mereka yang telah dipercaya sebagai petugas partai baik di legislatif dan eksekutif.

“Jangan rewel, karena banyak kader yang telah mendapat jabatan masih rewel katanya ditinggal, mereka harus ingat masih banyak kader aktif cukup lama berbuat untuk partai namun tidak mendapatkan apa-apa di partai,” katanya, di Bangli, Rabu (25/3).

Menanggapi lontaran Koster untuk duet incumbent dilanjutkan dalam Pilkada, Made Gianyar menyatakan, dirinya selaku kader tetap akan tunduk dan taat apapun keputusan partai.

“Tidak ada istilah tidak menerima, sebab yang menentukan DPP, apapun kebijakan partai harus diikuti kader,” paparnya.

Ditegaskan bahwa dirinya tetap hormat pada dua hal, pertama rakyat dan kedua partai. Diharapkan apa yang diingikan rakyat dengan apa yang diputuskan partai itu bisa sejalan.

“Mudah-mudahan apa yang diinginkan rakyat demikian juga dengan keputusan partai,” paparnya.

Imbuhnya, Jika nantinya dia diberi kepercayaan rakyat untuk memimpin kembali Bangli, tetap akan memperbaiki membenahi yang gagal atau kurang berjalan seperti infrastruktur jalan antar desa yang belum dihotmix. Juga pembenahan penetaan pariwisata di Kintamani yang belum berjalan dengan baik.

“Saya tidak mau bicara keberhasilan pembangunan di Bangli karena itu bisa membuat saya sombong, keberhasilan itu karena rakyat sedangkan kalau kegagalan itu datang dari saya,” ucapnya.

Disinggung soal harapan Koster agar dirinya dan Sedana Artha kembali maju berpasangan di Pilkada, Gianyar mengaku bahwa dirinya menghargai sikap setiap orang. Termasuk Sedana Artha yang memilih mendaftarkan diri sebagai cabup.

“Karena sudah melamar jadi bupati, saya tidak pernah melarang atau marah, saya tetap hormati, apalagi beliau juga tidak pernah datang kepada saya,” imbuhnya.

Karena itu, dirinya juga memiliki sikap yang harus dihormati jika kemudian menggandeng untuk posisi wakil orang lain yakni Ketut Parwata yang kini Ketua DPRD Bangli. Terlapas dari proses yang tengah berjalan, Gianyar menegaskan dirinya tetap akan menghormati apapun keputusan partai terhadap siapa pasangan ata figur yang diusung dalam Pilkada.

MENARIK DIBACA

loading...

TINGGALKAN TANGGAPAN

Sila masukan komentar anda
Silahkan masukan nama disini