Gubernur Bali Heran Warganya Banyak Yang Bunuh Diri

0
Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam acara Forum Konsultasi Publik Tahun 2015

Denpasar – Pada awal tahun 2015 ini kasus orang bunuh diri di Bali lebih dari 10 kasus, diantaranya kasus satu keluarga bunuh diri di Klungkung, selain itu pembantu rumah tangga di Denpasar, pelajar SMP di Denpasar, anggota DPRD Kota Denpasar dan masih banyak kasus yang lainnya.

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika heran dengan banyaknya masyarakat yang bunuh diri. Dia mengatakan, perlu diadakan kajian atau observasi kenapa orang di Bali sekarang ini lebih suka bunuh diri dibandingkan melanjutkan hidup.

“Perlu diadakan kajian yang komperehensif mengenai kasus orang bunuh diri ini. Mereka ini kok gampang sekali bunuh diri, dikit-dikit bunuh diri, apa yang ada dalam pikirannya orang itu?,” tanya Pastika, di Denpasar, Rabu (28/01).

Sambung Gubernur Bali itu, apakah mereka ini sedang menghadapi perang puputan. Dalam tradisi perang puputan itu semua warga rela mati untuk membela bangsa dan negara. Pastika mengatakan, bila dikaitkan dengan filosofi itu alirannya fatalistis atau kepasrahan. Dia menjelaskan fatalistis ini merupakan manusia yang mudah putus asa atau mudah menyerah, dan keputusnya itu akan membuat dia tergelincir.

“Mungkin mereka yang meninggal itu berfikir dari pada ribet-ribet mending mati saja,” jelasnya.

Pastika memperkirakan orang yang bunuh diri itu bukan karena faktor kemiskinan, kemungkinan ada faktor-faktor lain yang menjadikan dia mengakhiri nyawanya.

“Yang meninggal akibat bunuh diri ini sepertinya orangnya juga tidak susah-susah benar. Yang jelas kita akan melakukan kajian, jika dalam satu hari itu ada satu orang bunuh diri itu sudah tidak benar, maka dari itu kita akan melakukan penelitian yang lengkap akan hal ini,” pungkasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca