Gubernur Bali Akan Cabut Izin Perusahaan Yang Tidak Jalankan CSR

2
I Made Mangku Pastika dalam acar dialog CSR

Denpasar – Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika meminta perusahaan yang menjalankan usaha di Bali dan mendapat izin usaha di Bali agar menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR). Apabila ada perusahaan yang tidak menjalankan CSR, pastika meminta izinnya agar dicabut saja.

“Perusahan yang bekerja di Bali dan mendapatkan ijin di Bali, tetapi tidak menjalankan CSR saya minta ijinnya dicabut,” ungkap Pastika pada acara dialog “Peran CSR Dalam Akselerasi Program Bali Mandara”, di Hotel Puri Dalem sanur, Denpasar, Senin (16/02).

Untuk mempercepat program pembangunan khususnya dalam pengentasan kemiskinan, maka para pengusaha berkewajiban ikut terlibat dan mendukung upaya tersebut melalui dana CSR. Dimana dana CSR diambil dari sebagian kecil keuntungan perusahaan yang digunakan untuk kepentingan sosial.

Lebih jauh Pastika menyatakan bahwa selama ini undang-undang dirasa kurang keras, sehingga tidak ada sanksi terhadap perusahaan yang tidak melaksanakan kewajiban tersebut.

“CSR sebuah kewajiban yang merupakan perintahkan undang-undang,” jelas Pastika.

Di Bali ada ribuan perusahaan besar, akan tetapi hanya 30 persen dari uang yang dihasilkan perusahaan tersebut yang kembali ke Bali, sedangkan sisanya dibawa ke luar Bali karena pemilik nya berasal dari luar Bali.

“CSR bukan dana bergulir akan tetapi dana lepas yang tidak mengharapkan keuntungan balik, jadi CSR bukan dana promosi, tetapi tanggung jawab sosial perusahaan yang diperintahkan Undang-undang,” tegasnya.

“Selama ini kita tidak melaksanakan secara Undang-undang secara konsisten dan konsekuen,” tutup Pastika.

MENARIK DIBACA

loading...

3 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca